Kondisi Korsospol BEM UI Hafidz Hernanda Disebut Membaik, Wajah Masih Memar

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:48 WIB
Koordinator Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, dikabarkan diserang oleh orang tidak dikenal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. (Suara.com/ist)
BACA 10 DETIK
  • Wakil Ketua BEM UI Fathimah menyatakan kondisi Hafidz Hernanda sudah membaik setelah sempat dirawat akibat insiden di Tebet.
  • Pelaku menendang motor korban di Jakarta Selatan pada Selasa, 6 Oktober 2026, tanpa adanya ancaman sebelumnya.
  • Tim hukum BEM UI menemukan kejanggalan karena pelaku mengambil ponsel korban dan membawa lakban hitam serta sarung tangan lateks.

Suara.com - Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra mengatakan, saat ini kondisi Koordinator Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda sudah membaik, meski masih terdapat memar di bagian wajah.

“Kondisi kepalanya Bapis sudah cukup membaik. Tinggal memar-memar di area wajah lainnya dan juga ternyata ada beberapa lecet-lecet di kaki dan juga di punggung,” kata Fathimah, di Polda Metro Jaya, Selasa (6/10/2026).

Kekinian, mahasiswa yang akrab disapa Bapis ini sudah tidak dilakukan perawatan oleh tim medis rumah sakit. Namun saat ini Bapis masih melakukan pemulihan.

“Saat ini masih dalam pemulihan. Sempat dirawat di rumah sakit,” ucap Fathimah.

Sebelum motornya ditendang di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Fathimah mengaku, jika Bapis tidak pernah mendapat ancaman melalui pesan Whatsapp.

“Sejauh ini belum ada. Jadi ini kejadian yang memang sangat mendadak,” ungkapnya.

Sementara itu, Legal Consultant BEM UI, Adi mengatakan, sebelum mendapat serangan, aplikasi Find My di ponsel milik Hafidz sempat dimatikan. Namun, bukan ia yang mematikan hal tersebut.

Kemudian, setelah Hafidz terjatuh akibat motor yang dikendarainya ditendang, pelaku tidak langsung mengambil barang berharga milik korban.

“Tidak ada upaya dari pelaku untuk mengambil motor atau barang berharga lainnya, pada awalnya. Pelaku baru bergerak untuk mengambil handphone Bapis setelah pertikaian selesai,” kata Adi.

Adi menilai, jika memang motif pelaku untuk melakukan begal, maka pelaku seharusnya langsung mengambil barang berharga milik korban.

Dalam tas pelaku, lanjut Adi, juga ditemukan barang-barang seperti sarung tangan berbahan lateks hingga lakban berwarna hitam.

“Fakta tersebut menjadi aneh apabila memang motivasi awalnya adalah untuk melakukan pembegalan. Bahwa di antara barang bawaan pelaku, kami juga menemukan sepasang sarung tangan lateks, lakban hitam, sandal jepit, kain putih, dan juga korek api,” tandasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com