- Transjakarta merombak operasional delapan layanan akibat aksi unjuk rasa di Jakarta Pusat pada Rabu, 28 Oktober 2026.
- Manajemen menyetop empat rute secara total, memangkas jarak dua lintasan, serta mengalihkan jalur pada dua trayek penting.
- Ayu Wardhani mengimbau pelanggan untuk menyesuaikan perjalanan serta memantau informasi terbaru melalui aplikasi resmi Transjakarta.
Suara.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) merombak operasional delapan layanannya menyusul aksi menyampaikan pendapat di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Langkah penyesuaian jalur ini diambil pihak manajemen demi menggaransi keselamatan dan kenyamanan perjalanan para pengguna jasa bus.
Di tengah situasi tersebut, Transjakarta memastikan sebanyak 237 rute armada lainnya tetap melayani penumpang secara normal tanpa hambatan.
Kendati mayoritas armada beroperasi mulus, empat rute vital terpaksa disetop operasionalnya secara total pada seluruh titik halte pemberhentian.
Empat trayek yang disetop sementara waktu mencakup rute 6B (Ragunan – Balai Kota via Semanggi), 6A (Ragunan – Balai Kota via Kuningan), 1P (Senen – Blok M), dan 1B (St. Palmerah – Tosari).
Selain pemberhentian layanan secara total, Transjakarta juga memangkas jarak tempuh pada dua lintasan bus reguler.
Rute 6D (St. Tebet – Bundaran Senayan via Underpass) kini tidak melayani bus stop Plaza Sentral hingga Jalan Karet Baru Timur, sedangkan rute 4C (Pulogadung – Bundaran Senayan) meniadakan titik stop dari Graha Mandiri sampai Bundaran Senayan.
Dua trayek padat penumpang lainnya juga terkena imbas rekayasa berupa deviasi atau pengalihan lintasan.
Pengalihan jalur tersebut menyasar rute 9D (Pasar Minggu – Tanah Abang) pada ruas Benhil hingga Jatibunder, serta Koridor 1 (Blok M – Kota) yang jalurnya dialihkan pada area Polda Metro Jaya sampai Monas.
Terkait gangguan mobilitas ini, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, melayangkan imbauan resminya kepada publik.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami mengimbau pelanggan untuk menyesuaikan perjalanan, dan selalu memperbarui informasi melalui aplikasi TJ: Transjakarta atau sosial media resmi Transjakarta," ujar Ayu dalam keterangan resmi perusahaan.
Masyarakat dan para komuter diimbau senantiasa cermat memantau kondisi lalu lintas agar rencana perjalanan di pusat kota tidak terganggu.