- Pemuda PPP menggelar diskusi publik di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026, untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.
- Ketua P3MUDA PPP, Iip Miftahul Khoiri, mendorong generasi muda agar dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan menjelang Pemilu 2029.
- Organisasi tersebut berkomitmen meluncurkan program Kamis Ngopi guna memperluas partisipasi pemuda menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Suara.com - Pemuda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendorong generasi muda tidak sekadar menjadi objek politik menjelang Pemilu 2029. Anak muda menurutnya harus diberi ruang untuk menyampaikan gagasan dan dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan.
Hal itu mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Bersatu dalam Gagasan, Mengawal Masa Depan Bangsa” di Kantor DPP PPP, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Ketua P3MUDA PPP, Iip Miftahul Khoiri, mengatakan anak muda tidak boleh hanya dipandang sebagai angka dalam statistik demografi. Mereka harus dilibatkan dalam pembahasan persoalan bangsa, termasuk menentukan arah politik menjelang Pemilu 2029.
“Kita ingin anak muda tidak hanya menjadi objek atau sekadar angka dalam statistik demografi, tetapi bagaimana mereka dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan,” ujar Iip.
Diskusi tersebut menghadirkan pakar hukum tata negara Fery Amsari, influencer politik Kevin Geraldi, serta influencer dan aktivis muda Aliah Sayuti.
Iip menilai semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan dengan membuka ruang dialog bagi generasi muda. Melalui forum itu, anak muda diharapkan dapat bertukar pikiran dan memahami tantangan kebangsaan.
Untuk menjaga ruang dialog tersebut, P3MUDA PPP akan menggelar program “Kamis Ngopi” setiap Kamis. Forum itu disiapkan sebagai mimbar bebas untuk membahas isu aktual dan perkembangan bangsa.
Sekretaris P3MUDA PPP, Muhammad Aulia Rahman, menilai dialog antargenerasi muda penting untuk menyatukan gagasan. Terlebih, Indonesia akan menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
“Seyogyanya anak muda duduk bersama, menyatukan sebuah gagasan, dan membangun masa depan bangsa. Kita akan menghadapi Indonesia Emas 2045 dengan bonus demografi yang sebagian besar diisi generasi muda,” kata Rahman.
Rahman juga mengapresiasi DPP PPP yang telah menyediakan ruang bagi mahasiswa dan aktivis untuk memperluas wawasan serta menyumbangkan gagasan bagi kemajuan bangsa.
Melalui momentum 98 tahun Sumpah Pemuda, Pemuda PPP menyatakan komitmennya memperluas partisipasi generasi muda.
Mereka diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika politik, tetapi ikut mengawal arah kebijakan hingga Pemilu 2029 dan Indonesia Emas 2045.