Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:59 WIB
Korban kericuhan Malioboro dijenguk oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, Kamis (29/10/2026). [Suara.com/Hiskia]
BACA 10 DETIK
  • Warga Yogyakarta bernama Iskandar menjadi korban salah sasaran penganiayaan massa saat kericuhan Malioboro pada Rabu malam.
  • Pemerintah Kota Yogyakarta mencatat total 116 korban luka akibat kericuhan yang dirawat di berbagai rumah sakit.
  • Direktur RS Bethesda menyatakan para korban mengalami beragam cedera seperti luka robek, lebam, hingga fraktur tulang.

Suara.com - Iskandar (25), warga asal Pingit, Kota Yogyakarta, menjadi salah satu korban dalam kericuhan yang pecah di kawasan Malioboro usai demonstrasi peringatan Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026) malam.

Ia mengaku menjadi korban salah sasaran penganiayaan massa saat bentrokan pecah tepat di depan Mal Malioboro atau di samping Gedung DPRD DIY.

Peristiwa nahas tersebut dialami korban saat baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan hendak menghampiri rekannya yang bekerja di sekitar mal pada pukul 21.00 WIB.

Iskandar bermaksud sekalian melihat kondisi demonstrasi dari dekat, tetapi justru terjebak di tengah bentrokan.

"Saya datang ada chaos, terus mungkin dari enggak tahu itu apa, orang-orang yang enggak berseragam itu, kayak orang biasa, saya lari, saya ditangkap, awalnya baju saya ditarik," kata Iskandar saat ditemui ketika menjalani perawatan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, Kamis (29/10/2026).

"Tiba-tiba dari belakang tuh langsung dipukul. Enggak tahu itu benda pakai apa, enggak tahu. Sampai sini (kepala) sobek. Terus langsung itu dipukulin orang banyak saya," tambahnya.

Ia mengingat bahwa situasi di lokasi kejadian sudah cukup kacau saat dirinya tiba. Kelompok massa membawa berbagai jenis benda tumpul dan melemparkan material ke arah Jalan Malioboro.

"Memang chaos banget. Ya lemparan batu, terus kalau api enggak. Kembang api ada, terus ya itu, pada bawa tongkat, terus ya itu kecandak (ketangkap)," kenangnya.

Kericuhan di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Rabu (28/10/2026) malam. (Suara.com/Hiskia)

Usai dikeroyok hingga mengalami luka robek di bagian kepala dan sesak napas, ia berhasil dievakuasi petugas melalui Jalan Perwakilan untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Kalau untuk sekarang saya udah mendingan sih. Tapi kadang agak pusing kalau berdiri. Kalau pingsan enggak, masih sadar. Tapi di sini kan sesak banget," ujarnya.

Ratusan Korban Luka

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyebutkan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya, total ada 116 korban luka-luka yang terdata akibat insiden tersebut. Jumlah itu mencakup warga sipil maupun anggota kepolisian.

Para korban tersebar di beberapa rumah sakit, meliputi RS Bethesda, RS Panti Rapih, RS Bhayangkara, serta RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

"Memang jumlahnya baik yang tidak mondok maupun mondok itu 116 (orang)," kata Hasto.

Dari total korban yang terdata dalam pemantauan Pemkot Yogyakarta tersebut, sebanyak 13 orang dipastikan harus menjalani rawat inap karena mengalami luka-luka yang cukup serius.

"Jadi yang di Bhayangkara itu tiga-tiganya polisi, anggota. Di sini (Bethesda) 6 anggota, 1 sipil (yang rawat inap)," ungkapnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com