Gratiskan Ongkos Transportasi Pencari Kerja di Jakarta Mulai 2027, Pramono: Ingat Masa Susah

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:01 WIB
Pramono Anung meninjau kesiapan operasional di Stasiun LRT Manggarai, Senin (24/8/2026).(Suara.com/Adiyoga)
BACA 10 DETIK
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana penggratisan transportasi umum bagi warga pencari kerja di ibu kota.
  • Kebijakan tanpa biaya yang menggunakan kartu identitas khusus tersebut akan mulai efektif berlaku pada 1 Januari 2027.
  • Program ini bertujuan meringankan beban ongkos harian pencari kerja hingga mereka berhasil mendapatkan pekerjaan resmi di Jakarta.

Suara.com - Perjuangan berat para pencari nafkah di ibu kota mendapat angin segar dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggratiskan fasilitas layanan transportasi umum bagi warga yang masih berikhtiar mencari lowongan pekerjaan.

Kebijakan penuh empati tersebut berakar dari memori personal yang pernah dirasakan sendiri oleh mantan Sekretaris Kabinet itu pada masa lalunya.

“Jadi selama mencari kerja, karena saya punya memori. Pastilah di ruangan ini teman-teman semua punya memori betapa sedang mencari kerja itu lagi susah, tapi semangat, karena semangatnya untuk dapat pekerjaan. Sehingga yang seperti itu kami gratiskan sampai kemudian dia mendapatkan pekerjaan di Jakarta,” ujar Pramono saat memberikan keterangan pers di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026).

Ia menegaskan, program pembebasan tarif transportasi ini sudah memiliki tenggat waktu pemberlakuan yang pasti.

“Efektif untuk pencari kerja itu 1 Januari (2027) baru kami berlakukan,” kata Pramono.

Mengenai mekanisme di lapangan, masyarakat yang berhak menikmati layanan ini wajib mengantongi kartu identitas khusus pencari kerja.

Fasilitas tanpa biaya ini pun dirancang fleksibel, dan tidak dibatasi hanya untuk rute menuju lokasi wawancara semata.

“Bagi mereka yang punya kartu pencari kerja, nanti akan ada kartunya. Sehingga yang seperti itulah yang akan gratis ke mana saja selama dia mencari kerja,” jelas Pramono.

Fasilitas cuma-cuma tersebut nantinya secara otomatis akan gugur begitu sang pemilik kartu telah resmi diterima bekerja di Jakarta.

Melalui kemudahan mobilitas ini, beban ongkos harian para pemburu kerja diharapkan kian ringan selagi asa menjemput rezeki terus menyala.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com