- Presiden Vladimir Putin menyatakan kesiapan Rusia menghadapi potensi perang dengan Eropa meskipun Moskow tidak menginginkan konflik.
- Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam konferensi pers usai KTT Rusia-Afrika di Moskow pada hari Kamis (29/10/2026).
- Di tengah meningkatnya kewaspadaan militer, Moskow menyatakan tetap terbuka memulihkan hubungan diplomatik dengan berbagai negara Eropa.
Jerman bahkan telah meningkatkan status kewaspadaan terhadap ancaman sabotase menyusul beberapa insiden yang diduga berkaitan dengan Rusia.
Namun, Moskow membantah keterlibatannya dalam sejumlah kejadian tersebut.
Putin Buka Peluang Pulihkan Hubungan dengan Eropa
Di tengah saling meningkatnya kewaspadaan militer, Putin menyatakan Rusia tetap terbuka untuk memperbaiki hubungan diplomatik dengan negara-negara Eropa.
Ia mengungkapkan dukungannya terhadap upaya pemulihan hubungan setelah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Finlandia Alexander Stubb dan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store.
"Kami mendukung setiap langkah yang bertujuan memulihkan hubungan sepenuhnya dengan negara-negara Eropa," ujar Putin.
Putin juga memperingatkan agar ketegangan di Laut Baltik tidak berkembang menjadi krisis seperti yang terjadi di Selat Hormuz akibat konflik di Asia Barat.
Putin menegaskan Rusia tidak ingin jalur pelayaran di kawasan tersebut terganggu, tetapi akan merespons setiap ancaman terhadap keamanannya.