Belajar dari Kritik Shin Tae-yong, Pramono Anung Bakal Batasi Konser Musik di JIS

Senin, 02 November 2026 | 18:49 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. (ANTARA/Lifia Mawaddah Putri).
BACA 10 DETIK
  • Pramono menegaskan JIS tetap menjadi markas utama Persija Jakarta di Jakarta Utara pada Senin (2/11/2026).
  • Pemprov DKI menetapkan standar pemeliharaan rumput yang ketat serta membatasi izin konser agar stadion cepat pulih setelah acara.
  • Keputusan akhir terkait mitra komersial hak penamaan stadion internasional tersebut akan segera diumumkan dalam waktu dekat oleh pemerintah.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk mempertahankan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai markas utama skuad Persija Jakarta.

Sikap tegas tersebut diutarakan Pramono saat merespons pertanyaan para jurnalis di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/11/2026) sore.

“Intinya begini, JIS tetap sebagai kandang utamanya Persija. Supaya ini juga tidak diartikan macam-macam, JIS tetap menjadi kandang utamanya Persija,” ujarnya.

Kepastian ini sekaligus mengakhiri perdebatan publik terkait prioritas pemanfaatan arena megah di wilayah Jakarta Utara tersebut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini juga menerapkan standar pemeliharaan ketat agar rumput lapangan tidak lagi mengalami kerusakan parah seusai perhelatan acara non-olahraga.

“Sekarang ini rumput di JIS itu paling lama 2 minggu setelah pertandingan itu bisa digunakan. Kemarin ketika sempat ada kritik dari Rizky Ridho maupun Shin Tae-yong, itu sebenarnya 1 minggu setelah acara konser. Sekarang ini sudah ada jaminan bahwa 2 minggu dari konser pasti sudah bisa digunakan untuk pertandingan,” tegas Pramono.

Kondisi pemulihan rumput yang membutuhkan tenggat waktu tersebut turut membuat otoritas daerah bergerak cepat dengan memperketat agenda di luar sepak bola.

Pramono secara khusus telah menginstruksikan jajaran manajemen PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola JIS untuk memilah izin pergelaran pentas hiburan secara selektif.

“Termasuk konser-konser yang sekarang ini banyak yang ingin menggunakan JIS, tentunya kami akan melakukan pembatasan. Nggak semua konser bisa dilakukan, karena apapun, saya tetap meminta kepada Jakpro bahwa JIS adalah kandangnya Persija,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai mitra komersial yang berminat membeli hak penamaan atau naming rights stadion kebanggaan ibu kota tersebut, sang gubernur tetap belum bersedia membeberkannya.

Kendati masih dirahasiakan, keputusan final mengenai hak penamaan stadion megah bertaraf internasional tersebut dipastikan akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com