Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas

Senin, 02 November 2026 | 18:40 WIB
Pameran mobil baru GIIAS. [Antara/Muhammad Iqbal]
BACA 10 DETIK
  • Gaikindo mencatat penjualan mobil nasional periode Januari hingga September 2026 mengalami lonjakan signifikan.
  • Populix merilis riset perilaku konsumen kelas menengah atas terhadap pembelian mobil di Jakarta pada Senin.
  • Mayoritas responden mengincar kendaraan tambahan beranggaran ratusan juta dengan minat tinggi pada mobil listrik.

Suara.com - Pasar otomotif nasional mencatatkan tren positif sepanjang tahun ini. Data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan lonjakan penjualan mobil periode Januari hingga September 2026. 

Penjualan dari pabrik ke dealer (wholesale) naik 21%, sementara sektor ritel tumbuh 15,4% dibandingkan periode sebelumnya.

Di tengah pertumbuhan pasar ini, lembaga riset Populix meluncurkan studi bertajuk “Decoding Indonesia’s Upper Middle MZs Consumer Signals in the Passenger Car Market”.

Penelitian yang melibatkan 800 konsumen kelas menengah ke atas ini membedah kecenderungan generasi milenial dan Gen Z yang mendominasi populasi Indonesia.

Susan Adi Putra, Associate Research Director Populix, menjelaskan, segmen MPV dan SUV tercatat masih menguasai pasar penumpang. Rata-rata responden mengoperasikan kendaraan enam hari dalam seminggu dengan jarak tempuh harian mencapai 17,6 km.

“Mobil konvensional saat ini masih mendominasi pasar, meskipun mobil listrik mulai mendapatkan momentum. Satu dari lima responden mengaku tertarik memiliki mobil listrik maupun hybrid, khususnya milenial muda dan Gen Z di rentang usia 25-35 tahun,” ujar Putra, di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Lebih lanjut, hasil riset memaparkan bahwa 60% calon pembeli dalam setahun ke depan mengincar kendaraan tambahan. Konsumsi ini ditopang alokasi anggaran rata-rata Rp493 juta per unit, yang berada pada kisaran segmen menengah hingga menengah-atas.

Faktor teknologi, performa mesin, desain futuristik, serta reputasi global menjadi pertimbangan utama pembelian. Rasa khawatir terhadap ketersediaan fasilitas pengisian daya pun mulai berkurang signifikan di mata konsumen.

“Tak heran, minat terhadap mobil listrik meningkat secara signifikan. Sekitar seperempat responden bahkan mengaku sangat tertarik untuk membeli mobil listrik, khususnya merek BYD, Hyundai, dan Wuling. Mereka juga sudah tidak terlalu khawatir mengenai infrastruktur pengisian daya, yang pada studi Populix tahun lalu masih menjadi poin penting dalam pertimbangan pembelian mobil listrik,” ungkap Susan Adi Putra.

Tingkat kepuasan tertinggi diraih oleh Toyota, Hyundai, dan Daihatsu. Selain keandalan unit, ketersediaan purna jual seperti suku cadang dan profesionalisme bengkel resmi menjadi faktor pendukung utama kepuasan pelanggan.

Pemetaan reputasi memperlihatkan persepsi konsumen terhadap masing-masing pabrikan. BYD diasosiasikan dengan teknologi mutakhir, Honda dan Toyota unggul dalam nilai jual kembali, sementara Hyundai dinilai menyajikan paket terlengkap dalam fitur dan keamanan.

“Meskipun analisis ini cukup bias karena mungkin tidak sesuai dengan data konkret, asosiasi merek yang ditampilkan menggambarkan bagaimana masing-masing brand dilihat dari kacamata konsumen. Maka dari itu, tiap brand perlu memastikan apakah nilai kuat yang mereka tonjolkan sudah cukup tersampaikan, atau malah harus menyesuaikan kembali untuk menjaring lebih banyak pengguna,” akhir Susan Adi Putra.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com