Hadiri Petik Laut Pamekasan, Hj Ansari Soroti Kelangkaan Solar dan Nasib Nelayan Pesisir

Selasa, 03 November 2026 | 05:05 WIB
Ilustrasi solar untuk nelayan. [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Anggota DPR RI Hj. Ansari menyerap aspirasi nelayan terkait kelangkaan solar saat reses di Pamekasan, Kamis (29/10/2026).
  • Ia mendorong peningkatan UMKM olahan hasil laut Desa Pegagan agar mengurus sertifikasi halal demi memperluas pasar.
  • Hj. Ansari juga mengajak masyarakat melestarikan lingkungan laut serta meningkatkan keterlibatan perempuan dalam bidang pemerintahan.

Ia melihat langsung sejumlah perahu yang akan melarungkan makanan sebagai bagian dari rangkaian tradisi Petik Laut. Dalam kesempatan tersebut, ia juga berinteraksi dengan warga, termasuk para perempuan yang merupakan istri nelayan.

Tradisi Petik Laut atau Rokat Tasek merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat pesisir Madura yang terus dipertahankan secara turun-temurun. Selama rangkaian tradisi berlangsung, masyarakat setempat tidak melaut sebagai bagian dari pelaksanaan ritual tersebut.

Hj. Ansari mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian laut agar sumber daya alam tersebut tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

“Dan saya berharap kita semua selaku masyarakat yang berada di pesisir benar-benar melestarikan laut yang ada di pesisir Pegagan ini,” ujarnya.

Dorong Perempuan Madura Terlibat dalam Pemerintahan

Dalam kesempatan yang sama, Hj. Ansari juga menyampaikan pentingnya meningkatkan keterlibatan perempuan Madura dalam pemerintahan dan pengambilan keputusan.

Ia menyinggung keberadaannya sebagai perempuan asal Madura yang menjadi anggota DPR RI. Selain itu, terdapat pula kepala desa perempuan di Kecamatan Pademawu yang menunjukkan semakin terbukanya kesempatan bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pemerintahan.

Menurutnya, semakin banyak perempuan yang terlibat dalam proses pengambilan kebijakan, semakin luas pula kesempatan bagi mereka untuk menyuarakan kepentingan masyarakat.

Tasyakuran Petik Laut 2026 yang berlangsung pada 27–30 Oktober tersebut turut dihadiri Bupati Pamekasan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka), para kiai, serta tokoh masyarakat.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com