Naik 300%, Emiten Farmasi PEHA Raup Laba Bersih Rp31,60 M di Kuartal III-2026

Selasa, 03 November 2026 | 09:34 WIB
Kantor pusat PT Phapros Tbk. [phapros.co.id]
BACA 10 DETIK
  • Phapros membukukan laba bersih Rp31,60 miliar hingga September 2026, naik dari Rp7,68 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Pendapatan perusahaan mencapai Rp786,57 miliar, sementara laba operasional meningkat 55,90 persen menjadi Rp80,97 miliar.
  • Rasio beban pokok penjualan terhadap pendapatan turun dari 50,6 persen menjadi 48,8 persen. Arus kas operasional juga meningkat 142,85 persen menjadi Rp129,96 miliar.

Suara.com - PT Phapros Tbk (PEHA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp31,60 miliar pada Kuartal III-2026. Raihan Laba bersih itu meningkat 311,58 persen dari periode yang saham tahun lalu.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, penjualan Phapros hingga kuartal III 2026 mencapai Rp786,57 miliar atau tumbuh 15,07 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp683,58 miliar.

Selain itu, laba sebelum pajak Phapros juga meningkat 233,59 persen menjadi Rp48,65 miliar dari sebelumnya Rp14,58 miliar.

Sementara itu, laba usaha perseroan tumbuh 55,90 persen menjadi Rp80,97 miliar dibandingkan periode Januari-September 2025 sebesar Rp51,94 miliar.

PT Phapros Tbk yang merupakan salah satu perusahaan farmasi nasional turut meramaikan gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB.

Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo, mengatakan pertumbuhan kinerja hingga September 2026 tidak terlepas dari strategi perusahaan dalam memperkuat modal kerja, mengendalikan biaya, memperkuat portofolio produk dan bisnis, serta melakukan transformasi sistem dan proses bisnis.

Strategi tersebut telah dijalankan sejak 2025 dan terus dievaluasi secara berkala.

Selain pertumbuhan penjualan, peningkatan laba Phapros juga didukung oleh efisiensi operasional. Hal ini tercermin dari pertumbuhan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar 30,26 persen menjadi Rp117,66 miliar sepanjang Januari-September 2026.

Margin EBITDA perseroan juga meningkat menjadi 15 persen dari sebelumnya 13,2 persen.

"Peningkatan margin EBITDA menunjukkan bahwa kami makin efisien dalam operasional dan tentunya profitabilitas makin kuat sehingga Phapros dapat terus berkontribusi bagi kesehatan masyarakat Indonesia," ujar Intan di Jakarta, Rabu (3/11/2026).

Phapros turut mencatatkan perbaikan pada rasio harga pokok produksi (HPP) terhadap penjualan. Hingga September 2026, rasio tersebut turun menjadi 48,8 persen dari 50,6 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun HPP perseroan tercatat sebesar Rp384,04 miliar atau naik 11,04 persen dibandingkan Januari-September 2025 sebesar Rp345,86 miliar.

Perbaikan efisiensi tersebut turut mendorong laba kotor Phapros tumbuh 19,19 persen menjadi Rp402,53 miliar dari sebelumnya Rp337,72 miliar. Margin laba kotor juga meningkat menjadi 51,2 persen dari 49,4 persen.

Dari sisi likuiditas, Phapros juga mencatatkan penguatan arus kas. Arus kas bersih dari aktivitas operasi meningkat 142,85 persen menjadi Rp129,96 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp53,51 miliar.

Kas dan setara kas per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp157,54 miliar atau naik 70,54 persen dibandingkan posisi 30 September 2025 sebesar Rp92,38 miliar.

Sementara itu, total aset perseroan mencapai Rp1,45 triliun atau meningkat 4,74 persen dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp1,39 triliun.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com