- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara ke Istana pada Selasa, 3 November 2026.
- COO BPI Danantara Dony Oskaria melaporkan bahwa profit BUMN pada kuartal III mengalami kenaikan 20% dibanding tahun lalu.
- Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan kesiapan datanya terkait pembangunan 1.269 kampung nelayan yang sedang dalam konstruksi.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil COO BPI Danantara Dony Oskaria serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ke Istana, siang ini.
Turut hadir di Istana dalam rentang waktu yang sama, yakni Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Dony mengatakan ia akan turut melaporkan mengenai keuangan Danantara kepada Prabowo.
"Nanti juga kita akan laporkan laporan keuangan yang selalu ditanya-tanyakan," kata Dony, Selasa (3/11/2026).
"Segera juga, DIM kali ini udah, dari DAMnya juga sudah selesai. DIM udah selesai. BPI kan sedang diperiksa oleh BPK, semua supaya jelas," sambung Dony.
Ia memastikan bahwa semua hal berkaitan dengan BUMN dalam keadaan baik.
"Hasilnya bagus, kuartal III kita naik 20% dibandingkan tahun lalu profitnya. Progresnya baguslah, kita transformasi BUMN menjadi jalan yang baik. Insyaallah nanti mudah-mudahan makin bagus, ya," kata Dony.
"Itu yang paling penting, kan? Biar BUMN bisa diwariskan ke generasi berikut," ujarnya.
Sementara itu, Trenggono belum membeberkan perihal agenda rapat. Meski demikian, ia mengaku siap bila Prabowo menanyakan ihwal perkembangan pembangunan kampung nelayan.
"Aku sih siap aja. Datanya siap. Jadi, kalau di dipanggil nanti urusan itu kan ya. Sekarang 1.269 sedang dalam konstruksi," kata Trenggono.