Cuma Bayar Rp25 Ribu Sebulan, Dusun Tangsi Jaya Buktikan 'Kedaulatan Energi' Lewat Arus Sungai

Rabu, 04 November 2026 | 17:16 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) di Dusun Tangsi Jaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat. (Suara.com/Alif Bintang)
BACA 10 DETIK
  • Warga Dusun Tangsi Jaya membangun PLTMh mandiri dari Sungai Ciputri sejak tahun 1990-an demi mencukupi kebutuhan listrik.
  • Pemerintah memberikan hibah PLTMh berkekuatan 18 kW pada 2007 dan 32 kW pada 2024 untuk mendukung warga.
  • Kini PLTMh mengaliri 95 rumah warga dan dikelola secara gotong royong oleh para pemuda setempat.

"Kalau yang 18 kW itu dulu modalnya sampe Rp900 juta. Kalau yang 32 kW itu sekitar Rp2,8 miliar," ucap dia mengingat total anggaran PLTMh yang dibangun pemerintah.

Selain itu, dengan menggunakan pembangkit listrik mandiri, dia mengungkapkan Dusun Tangsi Jaya terlepas dari dampak pemadaman listrik yang melanda Pulau Jawa dan Bali pada Juni lalu.

Untuk memastikan keberlangsungan sumber energi ramah lingkungan itu, Toto menerangkan masyarakat hanya dipatok tarif sebesar Rp25 ribu per bulan.

"Bayaranya per rumah 25 ribu. Per rumah dapat 450 watt," jelas dia.

Kekinian, PLTMh Gunung Halu menjadi sumber kebutuhan listrik bagi 95 rumah warga Dusun Tangsi Jaya dengan bermodalkan debit air sungai yang ditampung sebesar 600 hingga 1000 liter per detik tergantung musim, tanpa menghasilkan polusi sedikit pun.

"(Bahkan) sekarang yang lagi dipakai itu 300 liter per detik airnya, itu sudah cukup," tutur dia.

Meski didirikan dengan campur tangan pemerintah, menariknya, untuk tetap menjaga semangat gotong royong dan kemandirian warga memutuskan buat mengelola dan merawat pemberian itu secara mandiri.

"Pemasangan pipa tetap dari warga," imbuh dia.

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) di Dusun Tangsi Jaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat. (Suara.com/Alif Bintang)

Regenerasi Jadi Tantangan

Saat ini, PLTMh Gunung Halu telah hampir memasuki dua dekade. Tantangan yang akan dihadapi ke depan adalah mengenai regenerasi operator yang bertugas memastikan turbin diputar sesuai keperluan dan saluran air yang bersih dari sumbatan sampah.

Toto turut mengenang, ia dan kawan-kawannya adalah operator pertama pengoperasian PLTMh pada masa awal didirikan. Namun, kini ia telah menyerahkan estafet itu kepada kaum pemuda Dusun Tangsi Jaya.

Salah satunya adalah Rizki Ramdani atau yang kerap disapa Aris. Sebagai pemuda sekitar, Aris merasa memiliki panggilan buat ikut mengabdi bergabung sebagai operator dengan keempat kawan lainnya.

"Alasan saya sih pengen mau bantu orang tua aja. Kalau kan dulu sama orang tua ngeoperatorin. Ngabdi sama orang tua dan dusun, lah," jelas pemuda berusia 28 tahun itu pada Selasa, (3/11/2026).

Aris bercerita, timnya membagi peran kepada masing-masing operator dengan penugasan enam hari kerja dengan sistem rolling atau bergantian tiap minggunya.

Soal waktu kerjanya, Aris biasanya memantau langsung seluruh perangkat PLTMh pada pagi atau sore hari. Jika musim hujan, kunjungannya akan lebih intens.

"Apalagi kalau hujan itu malam harus dicek ke sini untuk lihat kondisi air meluap atau enggaknya," terangnya.

Meskipun, karena itu dia jadi harus meluangkan waktu berkebunnya yang ia telah lakoni selama bertahun-tahun. Pendapatan Aris sebagai operator PLTMh belum mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

"Pendapatannya Rp100 ribu," ucap Aris.

Meski begitu dia mengaku menjalani profesinya secara sukarela demi kepentingan dusun dan kemauan pribadinya. Makanya, Aris juga berharap supaya pemuda lainnya turut berperan serupa.

Reporter: Alif Bintang

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com