- Kabareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan dua petinggi Polri sebagai tersangka penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo serta pejabat negara pada 3 November 2026.
- Badan intelijen Inggris MI5 pernah memantau komunikasi telepon Raja Edward VIII atas otorisasi pemerintah pada Desember 1936 di tengah krisis konstitusional.
- Raja Edward VIII akhirnya menandatangani instrumen abdikasi pada 10 Desember 1936 dan melepaskan takhta kerajaan Inggris setelah menghadapi krisis tersebut.
Badan keamanan Inggris, MI5, kemudian melakukan pengawasan terhadap Edward VIII dan Wallis Simpson.
Pemantauan tersebut tidak hanya dilakukan melalui komunikasi elektronik, tetapi juga dengan mengumpulkan informasi dari petugas yang berada dekat dengan pasangan itu.
Menurut kajian sejarawan intelijen Rory Cormac yang diterbitkan History Extra, pemerintah khawatir Edward dapat menjadi sasaran pemerasan atau tekanan politik.
Pengawasan juga diarahkan untuk mengetahui langkah Edward dalam menghadapi pemerintah.
Aparat berusaha memahami apakah sang raja akan menerima keputusan kabinet atau justru mengambil tindakan yang berpotensi memperburuk krisis konstitusional.
Edward VIII Akhirnya Turun Takhta
Krisis tersebut berakhir pada 10 Desember 1936, ketika Edward VIII menandatangani instrumen abdikasi.
Ia memilih melepaskan takhta setelah memutuskan tidak dapat mempertahankan kedudukan sebagai raja sekaligus menikahi Wallis Simpson.
Adiknya, Pangeran Albert, kemudian naik takhta sebagai Raja George VI.
Sehari setelah abdikasi, Edward menyampaikan pidato melalui radio untuk menjelaskan keputusannya kepada rakyat Inggris.
Pengunduran diri Edward VIII mengakhiri krisis konstitusional yang berlangsung selama berbulan-bulan.