- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat 1,60 persen ke level 4.998 pada Kamis, 5 November 2026.
- Pergerakan IHSG menembus level 5.063 dengan total transaksi senilai Rp1,22 triliun hingga pukul 09.07 WIB.
- IHSG diprediksi melanjutkan penguatan yang ditopang oleh sentimen positif global serta kenaikan harga komoditas.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound pada awal perdagangan Kamis, 5 November 2026. IHSG dibuka menguat 1,60 persen, ke level 4.998.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.07 WIB, IHSG terus melesat tembus ke level 5.063 atau naik 2,92 persen.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 3,26 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp1,22 triliun serta frekuensi sebesar 131.920 kali.
Di waktu itu, terdapat 540 saham menghijau, sedangkan, 105 saham merosot. Sisanya, 31 saham masih belum bergerak alias stagnan.
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- MKNT
- BELL
- AIMS
- YUPI
- UANG
Top Loser
- PPRO
- AGAR
- BLTZ
- ALKA
- BSWD
Proyeksi IHSG
IHSG diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan berikutnya. Sejumlah sentimen positif dari pasar global maupun domestik diperkirakan menopang pergerakan indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
RIset CGS International Sekuritas Indonesia menilai penguatan signifikan indeks di bursa Wall Street setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) berpeluang menjadi sentimen positif bagi IHSG.
Selain itu, kenaikan harga sejumlah komoditas mineral dan logam, seperti emas dan timah, juga berpotensi memberikan tambahan dorongan bagi pasar saham domestik.
Meredanya aksi jual investor asing turut menjadi faktor yang dinilai dapat mendukung penguatan indeks.
Dengan sejumlah sentimen tersebut, CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG melanjutkan tren penguatan dengan level support di rentang 4.825 hingga 4.730.
Sementara itu, level resistance diperkirakan berada pada kisaran 5.015 hingga 5.110.
Seiring dengan proyeksi penguatan IHSG, CGS International Sekuritas Indonesia turut memberikan rekomendasi terhadap enam saham yang dapat dicermati investor diantaranya, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Astra International Tbk (ASII).
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.