- Hakim dan jaksa mempertanyakan keaslian foto ijazah Jokowi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis, 5 November 2026.
- Jokowi menegaskan bahwa foto pada ijazah Fakultas Kehutanan UGM terbitan 5 November 1985 tersebut adalah dirinya.
- Jokowi menyatakan terdakwa tidak pernah meminta izin untuk meneliti dokumen kelulusan miliknya.
Suara.com - Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur mempertanyakan foto yang tertera pada ijazah kesarjanaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi dalam persidangan, Kamis (5/11/2026). Sebab, ada dugaan yang tertera adalah potret orang lain bernama Dumatno Budi Utomo.
Jokowi mengklarifikasi pembahasan mengenai sosok yang fotonya tertera dalam lembar ijazah sarjana Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Klarifikasi tersebut mengemuka, ketika jaksa penuntut umum mengonfirmasi langsung identitas visual pada dokumen yang telah diperlihatkan di ruang sidang.
Selama ini, perbincangan publik sempat diwarnai pertanyaan apakah foto wisuda pada ijazah itu merupakan figur lain bernama Dumatno Budi Utomo.
Jaksa penuntut umum menanyakan secara spesifik perihal keaslian foto tersebut kepada Jokowi yang duduk di kursi saksi.
"Di situ (ijazah) foto saudara saksi? Itu foto saudara atau foto Dumatno Budi Utomo?" tanya jaksa.
"Itu foto saya yang mulia. Ya untuk apa dipasang foto Dumatno," kata Jokowi.
Jaksa kemudian mendalami waktu penyerahan dokumen kelulusan tersebut oleh pihak universitas.
"Ijazah yang tadi kita saksikan bersama-sama itu, diserahkan UGM kapan?"
Jokowi menjelaskan secara rinci tanggal penerbitan serta pejabat kampus yang menandatangani dokumen akademiknya pada masa itu.
"Ijazahnya diterbitkan 5 November 1985. Diregistrasi dengan nomor 1120 dan ditandatangani Rektor UGM Profesor Dr Te Jacob dan Dekan Fakultas Kehutanan Profesor Soenardi Prawirohatmodjo," jawab Jokowi.
Riwayat Ujian Skripsi dan Rekan Satu Angkatan
Sebelum membahas detail fisik ijazah, persidangan lebih dulu menggali kronologi kelulusan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM.
Jokowi memaparkan, dirinya telah menyelesaikan tahapan ujian akhir skripsi pada pengujung Oktober 1985.
"Saya ujian skripsi 23 Oktober 1985 yang mulia," kata Jokowi.