- Cuitan lama Prabowo Subianto pada 24 November 2013 di platform X tentang penyadapan kembali viral di media sosial.
- Tiga alat sadap ditemukan di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Menteng pada Desember 2013.
- Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin menyatakan tiga tersangka melakukan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto selama 2025 hingga 2026.
Suara.com - Jejak digital Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perbincangan di media sosial.
Sebuah cuitan dari akun resmi Prabowo pada 24 November 2013 tentang penyadapan ramai dibagikan netizen di platform X.
Dalam unggahan tersebut, Prabowo menuliskan pandangannya mengenai aksi penyadapan. Ia mempertanyakan pihak yang seharusnya disalahkan ketika informasi atau harta seseorang dicuri.
"Mengenai penyadapan, sikap saya: Jika harta kita dicuri, jika informasi kita dicuri, apakah itu salah pencuri atau salah kita sendiri?" tulis Prabowo dalam cuitan tersebut.
Cuitan lama itu kembali disorot di tengah ramainya pembahasan mengenai dugaan penyadapan.
Sejumlah netizen bahkan mengaitkan pernyataan Prabowo pada 2013 dengan isu penyadapan yang kini menjadi perhatian publik.
"Prabowo sedang menasihati Subianto," tulis seorang netizen.
"Aduh lucu banget, selalu ada jawaban di tweet lama," komentar pengguna X lainnya.
Cuitan tersebut diduga berkaitan dengan kabar dugaan penyadapan terhadap Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Peristiwa itu terjadi menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, ketika suhu persaingan politik mulai menghangat.
Kasus Tiga Alat Sadap di Rumah Dinas Jokowi
Kasus dugaan penyadapan terhadap Jokowi bermula dari ditemukannya tiga perangkat penyadap atau bugging device di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat.
Keberadaan perangkat tersebut diketahui pada Desember 2013 setelah tim pengawal melakukan pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi penyadapan.
Ketiga perangkat itu ditemukan di sejumlah ruangan privat, yakni kamar tidur utama, ruang tamu pribadi, dan ruang makan yang kerap digunakan untuk membahas persoalan penting.
Meski ditemukan pada akhir 2013, informasi mengenai keberadaan alat-alat tersebut baru mencuat ke publik pada Februari 2014.