- Sidang sengketa ijazah palsu Roy Suryo di PN Jakarta Timur pada Kamis, 5 November 2026, memanas.
- Jokowi dicecar penasihat hukum terdakwa dengan pertanyaan teknis sangat spesifik mengenai masa lalunya sebagai mahasiswa Universitas Gadjah Mada.
- Jokowi mengajukan keberatan kepada majelis hakim karena pertanyaan tersebut sudah terjadi 45 tahun lalu dan terlalu detail.
Suara.com - Persidangan sengketa ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026) kembali memantik perhatian akibat perdebatan sengit antara penasihat hukum Roy Suryo selaku terdakwa dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
Suasana ruang sidang sempat memanas ketika penasihat hukum terus-menerus mencecar Jokowi dengan pertanyaan teknis seputar masa lalunya sebagai mahasiswa Universitas Gadjah Mada.
Alih-alih membahas substansi perkara hukum, penasihat hukum justru mendalami detail-detail akademis yang sangat spesifik dari puluhan tahun silam.
Merespons rentetan pertanyaan tersebut, Jokowi spontan memberikan jawaban yang mencerminkan kejenuhan terhadap ingatan masa lalunya.
“Itu sudah 45 tahun yang lalu, sekali lagi,” kata dia.
Klaim durasi waktu yang sangat lama itu disampaikan Jokowi saat dirinya didesak untuk mengingat detail pencapaian kredit semester dan nilai akademis masa kuliah.
Puncak keengganan Jokowi terlihat jelas ketika penasihat hukum mulai memasuki ranah personal akademis terkait mata kuliah yang pernah ditempuhnya.
Penasihat hukum bersikeras bahwa pengujian mata kuliah ringan merupakan bagian penting untuk menguji proses akademik yang sah sebelum ijazah diterbitkan oleh universitas.
Kendati demikian, Jokowi secara tegas menyatakan keberatan langsung di hadapan majelis hakim yang memimpin persidangan.
“Saya keberatan Yang Mulia, karena terlalu detail dan kayak ngetes mahasiswa baru aja,” keluhnya.
Pernyataan bernada satire itu langsung memicu intervensi dari hakim untuk memastikan sikap saksi terhadap jalannya persidangan.
Selepas Jokowi menegaskan untuk tidak menjawab pertanyaan itu, sidang kembali berlanjut dengan penasihat hukum Roy Suryo beralih ke sorotan isu lain guna dikonfirmasi.