Gus Ipul Ajak Pemda Bangkitkan Agen dan Gerakkan ASN untuk Percepatan Perlinsos Digital

Jum'at, 06 November 2026 | 12:32 WIB
Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Registrasi Ulang Perlinsos Digital di Kantor Kemedagri. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Lebih dari satu juta orang telah mendaftar menjadi agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Namun, baru sekitar separuhnya yang benar-benar bergerak membantu masyarakat melakukan registrasi ulang bansos. 

Kondisi ini menjadi perhatian Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang meminta pemerintah daerah segera mengaktifkan para agen Perlinsos agar target pendaftaran dapat tercapai.

“Sudah satu juta lebih agen yang mendaftar, tapi baru 50 persen yang membantu orang lain. Sisanya masih sekadar mendaftar dan belum bergerak. Ini yang kita harapkan bisa didorong supaya bergerak,” kata Gus Ipul dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Registrasi Ulang Perlinsos Digital di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Rapat yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan diikuti secara daring oleh perwakilan pemerintah dari sekitar 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Gus Ipul mengapresiasi para agen yang secara sukarela membantu masyarakat mengakses Perlinsos Digital. Menurutnya, keterlibatan mereka menjadi kekuatan besar untuk menjangkau warga yang belum terbiasa menggunakan layanan digital.

“Luar biasa satu juta ini. Suatu hal yang mungkin perlu diberi apresiasi, karena mereka tidak dibayar dan tidak boleh meminta bayaran. Benar-benar membantu dan menjadi relawan,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa banyaknya agen terdaftar belum cukup jika tidak diikuti gerakan nyata di lapangan.

“Bangunkan agen yang belum aktif. Setiap OPD, camat, dan desa memastikan agen yang sudah terdaftar mulai mendaftarkan warga,” tegasnya.

Gus Ipul meminta pemerintah daerah mengerahkan aparatur sipil negara (ASN), pendamping sosial, perangkat desa, hingga pengurus RT dan RW untuk membantu registrasi masyarakat.

“Tetapkan ASN daerah, kepala desa atau lurah, RT/RW sebagai agen. Jejaring Pemda adalah kekuatan terbesar yang belum terpakai, yang belum bergerak secara masif,” katanya.

Hingga 5 November 2026, sebanyak 18,8 juta keluarga telah terdaftar dalam Perlinsos Digital atau sekitar 39,2 persen dari target 48 juta keluarga. Artinya, masih ada 29,2 juta keluarga yang perlu didaftarkan hingga akhir Desember 2026.

Gus Ipul menyoroti penurunan kecepatan registrasi. Pada pekan 12-18 Oktober, rata-rata pendaftaran sempat mencapai 506 ribu keluarga per hari. Namun, dalam tujuh hari terakhir, angkanya turun menjadi sekitar 377 ribu keluarga per hari.

“Kecepatan harus naik dari 377 ribu per hari menjadi 521 ribu per hari. Kami mohon dukungan dari para gubernur, bupati, dan wali kota,” ujarnya.

Dua provinsi telah melampaui target registrasi 50 persen, yakni Aceh sebesar 51,2 persen dan Bali 50,7 persen.

“Jaga kecepatan setiap hari, termasuk akhir pekan. Pantau dashboard daerah masing-masing setiap pekan,” kata Gus Ipul.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com