NTB.Suara.com – Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi mengkritik minimnya rumah sakit rujukan di Jawa Barat (Jabar). Sebab, Jawa Barat yang memiliki jumlah penduduk 11 kali dari penduduk Bali, ternyata hanya punya 1 Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP).
Diketahui, jumlah penduduk Jawa Barat saat ini mencapai 49,9 juta. Sedangkan jumlah penduduk Bali hanya 4,32 juta.
Saat ini, RSUP Prof Ngoerah (RSUP Sanglah) merupakan RS rujukan untuk warga di Bali-Nusra. Yakni Bali, Nusa Tenggara Barat (5,12 juta jiwa), dan Nusa Tenggara Timur (5,32 juta). Total penduduk di tiga provinsi itu 14,76 juta.
Dengan demikian, jumlah penduduk Provinsi Jawa Barat mencapai 3 kali lebih dari penduduk Bali-Nusra. Walau demikian, Jabar sampai saat ini hanya memiliki 1 RS rujukan atau RSUP Hasan Sadikin di Bandung.
Kondisi ini pun menuai kritik dari Dedi Mulyadi. Di tengah mencari informasi seputar kasus ibu hamil yang akan melahirkan namun meninggal dunia karena ditolak RSUD Ciereng Subang, mantan Bupati Purwakarta dua periode ini menyatakan kritik soal minimnya RS rujukan.
“Apa sih yang ada dalam pikiran saya? Yang ada dalam pikiran saya itu adalah bahwa kita ini mengalami problem layanan. Selalu problemnya adalah rumah sakit rujukan. Bayangin rumah sakit rujukan yang dianggap paling mumpuni di Jawa Barat itu adalah Rumah Sakit Hasan Sadikin. Satu loh untuk melayani seluruh warga Jawa Barat,” kata Kang Dedi dalam tayangan di kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Selasa (7/3/2023) dikutip Rabu (8/3/2023).
Dedi Mulyadi menjelaskan, untuk warga yang ada di wilayah Depok, Bogor, Bekasi, Kota Bekasi, Karawang, dan Purwakarta masih bisa ke Jakarta. Namun, kata dia, masih banyak daerah yang terlalu jauh ke RS Hasan Sadikin.
Akan tetapi, kata dia, daerah yang jauh, seperti Banjar, Garut Selatan, Sukabumi, Surade, Jampang Kulon, Cirebon, Kuningan, Majalengka yang jauh jaraknya menuju Hasan Sadikin bagaimana nasibnya.
“Plus lamanya antrian, ingat loh masuk ke situ kalau operasi itu karena jumlah pasiennya membludak bisa ngantri berbulan-bulan untuk operasi saja,” tandas dia.
Baca Juga: Saat Jadi Bupati Purwakarta, Kang Dedi Ternyata Pernah Melarang Pacaran
Lantas, apa solusinya? Kang Dedi menanyakan soal ini. Dia mengatakan, mesti yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan anggaran keuangan daerah di Provinsi Jawa Barat untuk bangun rumah sakit rujukan di setiap daerah.
“Manfaatkan anggaran keuangan daerah di Provinsi Jawa Barat untuk bangun rumah sakit rujukan di setiap daerah. Minimal lima kabupaten/ kota itu satu rumah sakit rujukan,” katanya.
Dengan cara itu, kata dia, sehingga tidak terjadi penumpukan pasien pada satu rumah sakit yang tersentral, yang berdampak pada banyak pasien yang mengalami perlambatan pelayanan atau pasien meninggal di perjalanan.
“Ini catatan penting bagi kita semua untuk diarahkan pembangunan ini pada hal yang konstruktif yang bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat yang bersifat pelayanan terutama untuk melayani orang-orang miskin,” tandas Kang Dedi.
Pernyataan Kang Dedi ini pun mendapat komentar positif dari sejumlah netizen yang menulis di kolom komentar kanal youtubenya.
“Suka banget sama cara kepemimpinan pak Hj Dedi Mulyadi, ayoo usulkan presiden dan pemerintah membuat RS rujukan di setiap daerah setidaknya 1 RS yg lengkap untuk melayani masyarakat,” tulis Dea Febriyanti
Berita Terkait
-
Kang Dedi Mulyadi Datangi Rumah Ibu Melahirkan Meninggal karena Ditolak RSUD Subang: Tak Boleh Tolak Pasien!
-
Dear Dedi Mulyadi, Bupati Anne Ratna Gelontorkan Rp15 Miliar untuk Bangun Jalan Lingkar Barat Purwakarta
-
Kang Dedi Kagum Mak Juwana, Jual Kerupuk untuk Bekal Cucu
-
Haikal Nangis ke Kang Dedi, Domba untuk Bayar Uang Sekolah dan Perbaiki Rumah Hilang
-
Jalan Kaki Jualan Kerupuk di Pagi Buta, Emak ini Dapat Rejeki Nomplok dari Kang Dedi Mulyadi
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Intip Tradisi Buka Puasa Pemain hingga Petinggi Klub di Bekas Negara Komunis
-
Siapa Maycon Cardozo? Jebolan Thailand yang Debut Lawan Kevin Diks di Bundesliga
-
Bukan Cuma Rocker Sangar, Sang Anak Bongkar Sifat Asli Donny Fattah yang Tak Diketahui Publik
-
Gubernur Sumbar Dukung Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Bermedsos: Demi Masa Depan Generasi Bangsa
-
Bolehkah Menghirup Inhaler saat Puasa? Begini Hukumnya Menurut Syariat
-
Anak Ungkap Penyebab Donny Fattah Meninggal: Autoimun hingga Jantung
-
Puasa Kurang Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur Lebaran Idulfitri 1447 H
-
Pezeshkian Telepon Putin, Minta Rusia Mendukung Hak-hak Sah Rakyat Iran
-
Mengenal BUDDY, Alat Deteksi Dini Kanker Payudara Karya Mahasiswa Brawijaya
-
Niat Sholat Hajat 2 Rakaat di Bulan Ramadan, Amalkan Doa Ini Agar Segera Terkabul