/
Sabtu, 11 Maret 2023 | 14:48 WIB
Semburan awan panas guguran Gunung Merapi. (BPPTKG)

NTB.Suara.com - Gunung Merapi menyemburkan awan panas guguran pada Sabtu (11/3/2023), pukul 12.12 WIB. Semburan mengarah ke Kali Bebeng/Krasak.

"Saat ini, erupsi masih berlangsung," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso, dalam keterangan resminya, Sabtu (11/3/2023).

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk menjauhi daerah bahaya, yakni 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi di alur Kali Bebeng dan Krasak. 

Sebelumnya, Gunung Merapi telah dua kali menyeburkan guguran lava selama pengataman pada 28 Februari - 2 Maret 2023 atau selama sepekan. 

Guguran lava ke arah bara daya atau hulu Kali Boyong dan Kali Bebeng. Jarak luncur guguran lava maksimal 1.000 meter.

Aktivitas Gunung Merapi juga masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat "Siaga".

BPPTKG juga mencatat data kegempaan Gunung Merapi tercatat 572 kali gempa vulkanik dalam (VTA), 23 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 53 kali gempa fase banyak (MP). 

Selain itu, sebanyak 232 kali gempa guguran (RF), 1 kali gempa hembusan (DG), dan 3 kali gempa tektonik (TT).

Gunung Merapi memiliki ketinggian puncak 2.930 meter dari permukaan laut (mdpl). Gunung tersebut berada dalam wilayah Provinsi Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Baca Juga: Merapi Erupsi Siang Ini, Masyarakat Diimbau Menjauh Dari Zona Bahaya

Di wilayah Provinsi Yogyakarta, yakni lereng sisi selatan masuk wilayah Kabupaten Sleman.

Untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah, yakni Kabupaten Klaten di sisi tenggara, Kabupaten Magelang di sisi barat, serta Kabupaten Boyolali di sisi utara, dan timur. *

Load More