NTB.Suara.com - Usai FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20, muncul petisi mosi tidak percaya terhadap Gubernur Bali Wayan Koster di lama change.org.
Mosi tidak percaya ini dilayangkan oleh warganet buntut kekecewaan mereka terhadap Koster yang dianggap sebagai biang keladi batalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20. Surat Koster yang ditujukan kepada Menpora RI, agar melarang Timnas Israel masuk ke Indonesia.
Secara detail Koster mengatakan menolak Timnas Israel datang ke Bali. Dampak dari penolakan tersebut FIFA membatalkan drawing di Bali, Erick Thohir kemudian terbang ke markas FIFA untuk menemui Presiden FIFA Gianni Infantino. Tetapi lobi yang dilakukan Menteri BUMN tersebut gagal meyakinkan Infantino jika Indonesia siap menjadi tuan rumah.
Publik pun marah kepada Koster dan Ganjar Pranowo, mereka menyerbu akun instagram Ganjar dan Koster dengan komentar - komentar yang pedas. Para warganet Bali pun banyak yang mengancam tidak akan memilih koster lagi pada 2024 dengan berkelakar cukup satu periode.
Petisi itu sendiri sudah ditandatangani ratusan orang, alasan pembuat petisi karena Koster dianggap telah melampaui wewenangnya sebagai Gubernur dan melanggar UU nomor 9 Tahun 2015 tentang kewenangan kepala daerah.
Koster dan Ganjar dianggap melampaui kewenangan dengan mengambil keputusan masalah yang berkaitan dengan politik luar negeri yang menjadi kewenangan Presiden dan Kementerian Luar Negeri. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Polemik Laut China Selatan Kini Jadi Perang Dingin Digital, Bagaimana Nasib Natuna?
-
Sumsel United Kampiun Edisi Pertama EPA Championship, ILeague Angkat Topi Kejauraan Lancar
-
3 Dampak Tahun Kuda Api 2026 bagi Kesehatan: Emosi Mudah Naik hingga Stres
-
Apa Itu Pendidikan Berbasis Kasih Sayang? Untuk Melahirkan Generasi Berkarakter
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai
-
PSIS Rombak Total Tim, Suporter Desak Boyong Pemain Lawas dari Arhan, Dewangga, hingga Fortes
-
Broken Home? Ini Cara Keluarga Seong Ekspresikan Cinta di Perfect Crown
-
Benarkah Daging Kurban Harus Habis 3 Hari? Ini Ketentuannya dalam Islam
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One