NTB.Suara.com – Moonbin ASTRO hari ini kabarnya dimakamkan yang hanya dihadiri beberapa rekan terdekatnya dan keluarga. Pihak keluarga memilih agar upacara peristirahatan Moonbin digelar secara tertutup untuk menjaga privasi.
Moonbin ASTRO sebelumnya diberitakan meninggal dunia di kediamannya pada Rabu (19/4/2023) pukul 08.00 malam KST, Gangnam, Seoul. Penyebab kematiannya diduga bunuh diri meskipun belum ada pernyataan lebih lanjut dari pihak kepolisian sejak terakhir melakukan autopsi.
Bicara tentang pemakaman Moonbin yang digelar hari ini. Ada sejumlah etika yang tidak bisa sembarang dilakukan maupun hal-hal unik di acara pemakaman di Korea.
Dilansir dari Instagram @taeyang_kulture pada Sabtu (22/4), upacara pemakaman Korea umumnya akan dilakukan di sebuah rumah duka.
Biasanya, akan diadakan di rumah sakit tertentu dan proses pemakaman bisa terbilang cepat bahkan di hari yang sama saat hari kematian orang tersebut.
Keluarga mendiang akan memberitahukan nomor ruangan di Jangryesik Jang (rumah duka) yang disewa kepada rekan-rekan yang ingin melayat.
Upacara pemakamannya sendiri bisa digelar secara besar-besaran yang dihadiri oleh ratusan orang dan biasanya digelar selama 3-7 hari.
Orang-orang yang melayat akan mengenakan pakaian serba hitam, untuk laki-laki biasanya memakai jas hitam, kemeja putih lengkap dengan dasi hitam. Dilarang untuk mengenakan pakaian cerah, pernak-pernik, maupun sebagainya yang mengandung unsur suka cita.
Pelayat juga memberikan uang belasungkawa atau yang disebut joeuigum dengan mengambil amplop yang disediakan, kemudian menuliskan nama pemberi, dan menyiapkan nominal uang dengan angka ganjil yang diakhiri dengan nol. Besaran uang tergantung seberapa dekat hubungan si pelayat dan mendiang.
Baca Juga: Cerita Pemilik Usaha Kripik di Kendari Berhasil Bangkit Berkat Bantuan PENA Kemensos
Di Korea, angka ganjil dianggap membawa keberuntungan, sementara angka genap dianggap pembawa nasib buruk.
Usai memberikan penghormatan kepada pihak keluarga mendiang, pelayat umumnya akan tinggal di rumah duka sembari menyantap hidangan yang sudah disediakan.
Pelayat juga diperbolehkan mengonsumsi alkohol, namun tidak boleh menuangkannya ke gelas orang lain.
Terkait prosesi pemakaman kepada mendiang, bisa dilakukan kremasi atau dikubur sesuai permintaan keluarga. Jika memilih kremasi, biaya yang dikenakan lebih murah dan umumnya abu jenazah akan disimpan di sebuah gedung khusus.
Jika pihak keluarga memilih untuk dikuburkan, butuh biaya lebih karena harus mempersiapkan lahan untuk mengubur jenazah, mengingat di Korea tidak memiliki lahan cukup luas untuk membuka tempat pemakaman umum. (Riadin Asy/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Berapa Lama Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Bakal Mendekam di Rutan KPK?
-
Apa Kata KPK soal Klaim Kriminalisasi Febrie Adriansyah? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Tayang 2027, Drama Misteri-Kriminal 'Code' Rilis Jajaran Pemeran Utama
-
Karena Buru-buru Sudah Malam, Alasan Kejagung Tak Pakaikan Rompi Pink ke Febrie Adriansyah
-
Dua Kata Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masuk ke Rutan KPK Tanpa Pakai Rompi Pink
-
Budget 4 Jutaan? 5 HP Gaming Ini Bisa Push Rank Tanpa Lag
-
Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Rutan KPK
-
Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat
-
Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol