NTB.Suara.com - Bulan suci Ramadhan telah berlalu. Di bulan Ramadhan seluruh umat muslim melaksanakan ibadah puasa selama 30 hari penuh.
Ada beberapa pengecualian golongan orang-orang yang tidak boleh melaksanakan ibadah puasa di antaranya, wanita hamil, wanita haid atau nifas, orang yang sedang dalam perjalanan atau safar, juga orang yang sedang menderita sakit.
Perlu diketahui setelah bulan Ramadhan terlalui, hutang puasa yang terlewat harus dibayar dengan berpuasa kembali atau membayar fidyah.
Selain itu, momen setelah hari Raya Idul Fitri bagi umat muslim ada ibadah sunnah Puasa Syawal yang pahalanya tidak kalah besar.
Akhirnya sebuah pertanyaan muncul, lebih baik mana, antara membayar hutang puasa atau melakukan puasa Sunnah Syawal terlebih dahulu?
Dikutip NTB-Suara.com dari Kanal Youtube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjawab pertanyaan tersebut dengan jelas.
Buya Yahya menjelaskan jika lebih baiknya itu membayar hutang terlebih dahulu.
Namun demikian, agar pahala dari puasa Sunnah Syawal nya pun tidak terlewat, bagi muslim atau musliman yang akan membayar hutang puasa, alangkah lebih baik dilakukan pada saat bulan Syawal.
"Jadi dahulukan bayar hutang, cuma Allah SWT kan Maha Kasih, Ibu bayar hutang pas kan di bulan Syawal," jelas Buya Yahya.
Baca Juga: Inilah Makanan dan Hidangan Idul Fitri dari Seluruh Dunia, Salah Satunya Ada Lapis Legit
"Maka Ibu juga dapat pahala Syawal, niatnya bayar hutang puasa saja kan enak," sambungnya.
"Jangan dibalik kalau puasa sunnah saja, hutangnya ga kebayar, kalau bayar hutang pahala sunnah nya dapat," tuturnya.
Buya Yahya juga menjelaskan untuk jangan melakukan satu puasa dengan dua niat berbeda, misal puasa di bulan syawal dengan niat puasa syawal dan membayar hutang.
Hal tersebut tidak boleh dilakukan karena ibadah puasa orang tersebut dinilai tidak sah.
"Tapi jangan didouble niatnya, kalau niatnya didouble disebutkan oleh para ulama kita itu nanti tidak sah," kata Buya Yahya.
Lebih lanjut, menurut Buya Yahya untuk menyebutkan niat puasa juga tidak harus menggunakan bahasa Arab, cukup dengan bahasa Indonesia yang kita pahami saja itu sudah cukup membuat Ibadah Puasa kita diterima. Insyaallah. (*/Haryo)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Koleksi Terbaru Musim Panas 2026, Pedro Tawarkan Gaya Pesisir yang Ringan, Elegan, dan Timeless
-
Cuma di Jakarta, Penonton Konser Westlife Bisa Bawa Pulang Gelang LED Eksklusif
-
Skandal QRIS Rp2,5 Miliar di Medan, Korban Minta Keadilan
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Pembagian Daging Kurban Berapa Kg untuk Tiap Penerima? Ini Ketentuan Sesuai Syariat
-
Lagi Butuh Healing? 7 Destinasi Spa Mewah di Western Australia Ini Bikin Pikiran Reset Total
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Studi Ungkap Cuaca Ekstrem Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Mobil Hybrid
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Harga Plastik Melonjak! Ini 5 Alternatif Wadah Daging Kurban yang Ramah Lingkungan