NTB.Suara.com - Posisi Indonesia sebagai negara maritim karena sebagian besar wilayahnya merupakan lautan atau mencapai 65 persen dari total luas wilayah. Hal itu yang mendasari Universitas Mataram (Unram), Provinsi NTB membuka Program Studi (Prodi) Spesialis Kedokteran Kelautan.
Dekan Fakultas Kedokteran Unram, Prof. dr. Hamsu Kadriyan mengatakan, pendirian Prodi Spesialis Kedokteran Kelautan, Fakultas Kedokteran selaras dengan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
"Prodi Spesialis Kedokteran Kelautan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki jurusan tersebut," katanya seperti dikutip dari Antara.
Untuk menunjang poros maritim dunia tersebut, menurutnya, tentu membutuhkan infrastruktur transportasi laut, baik di permukaan maupun di dalam laut, seperti kapal penumpang, kapal kargo maupun kapal penangkap ikan.
Hamsu juga menyebutkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2021, menunjukkan bahwa sektor perikanan memberikan kontribusi 2,7 persen dari produk domestik bruto Indonesia. Di mana, sektor unggulannya adalah perikanan tangkap. Hal itu merefleksikan bahwa penduduk yang terlibat dalam kegiatan tersebut sangat besar.
"Dengan adanya tenaga dokter spesialis kedokteran kelautan menjadi vital untuk mendukung keberadaan penduduk yang terlibat dalam sektor perikanan dan segala aktifitas perairan di bawah laut," ujarnya.
Sebelum adanya Prodi Spesialis Kedokteran Kelautan, menurutnya, segala aktivitas di kepulauan selama ini dilayani oleh seorang dokter umum yang memperoleh sertifikasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Untuk itu, Universitas Mataram melalui Fakultas Kedokteran memandang hal itu sebagai sebuah peluang. Terlebih, Fakultas Kedokteran Unram memiliki jumlah tenaga pendidik yang mencapai 106 orang dosen dengan rata-rata pendidikan adalah S3 atau doktor.
Hamsu menambahkan Prodi Spesialis Kedokteran Kelautan sudah mulai menerima mahasiswa setiap tahunnya sebanyak enam orang. Di mana, setiap semester hanya tiga orang mahasiswa saja.
"Alasan kami membatasi jumlah mahasiswa Spesialis Kedokteran Kelautan di Fakultas Kedokteran Unram, lebih pada sisi kualitas dan kompetensi semata. Sebab, menyangkut jumlah ruangan dan infrastruktur pendukung pengajarannya," ucapnya. (*)
Baca Juga: Bentrokan Sesama Suporter, Persis Solo Serahkan Proses Hukum ke Polisi
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Pulang Belanja Sayur Subuh Hari, Nenek 62 Tahun di Bogor Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Pembatas
-
Patung Yesus 25 Meter Segera Berdiri di Perbatasan Papua
-
Bukan Massa Mahasiswa, 21 Orang Bawa Petasan dan Diduga Molotov Dipulangkan
-
3.055 Gempa Susulan Guncang NTT, Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada
-
Tampang 3 WNA Diduga Tentara Israel Kasari Staff Gym di Bali, Pemilik: Kalian Pembunuh Bayi
-
Pelajar 15 Tahun di Serang Tewas Terlindas Truk Usai Gagal Menyalip dari Kiri
-
Cara Mudah Menghitung Volume Kubus: Rumus Lengkap dengan Contoh Soal
-
WIKA dan Waskita Terancam Delisting, Danantara Pasrah: Kasihan Investor
-
Dokumen dan Foto Keluarga Disita, Kejagung Respons Permohonan Pengembalian Barang Febrie Adriansyah
-
The Man Who Didn't Like Animals: Ketika Si Pembenci Hewan Berubah Hati