NTB.Suara.com - Pandu Digital NTB memberikan bantuan fasilitasi pendaftaran dan membayarkan iuran pertama BPJS Ketenagakerjaan kepada 350 pekerja sektor ekonomi kreatif di Desa Dasan Tereng, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Koordinator Pandu Digital NTB, Supiandi menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi pentingnya memiliki jaminan sosial, serta menambah rasa aman dalam bekerja karena mendapatkan perlindungan jika terjadi kecelakaan kerja.
"Seluruh pekerja yang didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan nantinya akan terlindungi dua program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)," katanya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Nusa Tenggara Barat, Boby Foriawan menjelaskan, manfaat dari program Jaminan Kematian yang akan diperoleh pekerja berupa santunan kematian, santunan berkala, dan biaya pemakaman dengan total manfaat keseluruhan manfaat jaminan kematian yang diterima sebesar Rp42 juta.
Sementara manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja berupa seluruh pembiayaan peserta yang mengalami kecelakaan kerja yang dirawat akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan, yaitu perawatan tanpa batas biaya sesuai indikasi medis hingga sembuh.
"Jika dalam masa pemulihan peserta tidak bisa bekerja untuk sementara waktu, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan santunan sementara tidak mampu bekerja (STMB) sebesar 100 persen selama 12 bulan dan selanjutnya 50 persen hingga sembuh dari upah yang dilaporkan," jelasnya.
Selanjutnya, Pandu Digital NTB berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat yang tinggal di pedesaan. Cakupan materi literasi digital yang diberikan menyesuaikan dengan kebutuhan dari masyarakat desa sesuai dengan potensi desa itu sendiri.
Secara umum, literasi digital yang dibutuhkan oleh masyarakat desa adalah literasi UMKM untuk meningkatkan penjualan melalui media digital oleh para pelaku UMKM di desa, literasi digital untuk administrasi pemerintahan.
Dalam hal ini, Pandu Digital NTB sudah bekerja sama dengan berbagai platform yang bisa digunakan oleh desa untuk mendigitalisasi administrasi pemerintahan seperti Simpul Desa.
Baca Juga: Profil Anis Khairunnisa, Putri Panji Gumilang yang Bela Soal Tuduhan Penistaan Agama
Selanjutnya, literasi untuk promosi desa wisata yang terdiri dari membantu mengidentifikasi potensi desa, membuat website desa wisata hingga edukasi virtual tour untuk kelompok sadar wisata atau pokdarwis. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim