NTB.Suara.com - Akmal Marhali alias Bung Akmal, pengamat sepak bola yang satu ini kembali bersikap kritis terhadap prestasi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Kali ini, dia menyebut Timnas Indonesia U23 lolos ke putaran final Piala Asia U23 di Qatar pada 2024 mendatang karena faktor tuan rumah dan berada di grup ringan dalam kualifikasi.
"Ada dua catatan yang perlu kita renungkan bersama bahwa ada dua modal penting yang membuat kita meraih tiket ke putaran final (Piala Asia U23)," kata Akmal Marhali, dalam akun instagramnya @akmalmarhali20 dikutip Kamis (14/9/2023).
Pertama, kata Bung Akmal, Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah. Diketahui, kualifikasi Piala Asia U3 di Grup K berlangsung di Stadion Manahan, Solo.
"Kedua, kebetulan undian menguntungkan karena satu grup dengan China Taipei dan Turkmenistan," kata Bung Akmal.
Dia pun mengajak kilas balik ke lima kualifikasi Piala Asia U23 sebelumnya. Katanya, Timnas Indonesia U23 tidak lolos dalam lima kualifikasi sebelumnya karena masuk grup berat.
Jelasnya, pada 2013 satu grup dengan Jepang dan Australia. Kemudian pada 2016 satu grup dengam Korea Selatan. Selanjutnya pada 2018 satu grup dengan bebuyutan di kawasan ASEAN: Malaysia dan Thailand.
Begitu juga pada tahun 2020, Indonesia satu grup dengan Vietnam dan Thailand. Bahkan, pada 2022 yang juga ditangani Shin Tae-yong, Timnas U23 sial karena satu grup dengan Australia.
"Alhamdulillah, kali ini satu grup dengan China Taipei yang mayoritas diperkuat pemain mahasiswa dan Turkmenistan yang memang secara kalkulasi bisa dikalahkan," katanya.
Diketahui dalam kualifikasi, Timnas U23 menang 9-0 atas Taiwan U23 pada 9 September, kemudian menang 2-0 atas Turkmenistan U23 pada 12 September. Dia pertandingan digelardi Stadion Manahan, Solo.
Walau begitu, Bung Akmal menyatakan, hal ini bukan berarti dia tidak mengapresiasi capaian Garuda Muda di bawah Shin Tae-yong yang untuk pertama kali berhasil lolos ke putaran final Piala Asia U23.
"Keberhasilan tim asuhan pelatih @shintaeyong7777 yang patut diapresiasi dan disyukuri. Tapi, jangan euforia berlebihan karena ujian sesungguhnya adalah di putaran final," kata dia.
Dia mengatakan, barometer Timnas Indonesia U23 adalah ketika bertemu tim-tim elite dan mapan dari Asia Barat, Asia Timur, bahkan ASEAN. Seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Irak. Bahkan, termasuk saat bertemu bebuyutan di kawasan ASEAN seperti Vietnam yang merupakan runner up Piala Asia U23, Thailand, dan juga Malaysia.
"Ketika kita sudah bisa menumbangkan mereka itulah titik baliknya sekaligus gerbang keberhasilan," ujarnya.
Akmal mengatakan, kebetulan saat ini Timnas Indonesia U23 punya pemain yang belakangan disebut "golden generation" atau generasi emas. Karena itu, katanya, perlu dikawal agar generasi emas ini bisa menunjukkan kelasnya di putaran final.
"Lolos dari babak grup akan menjadi pintu awal yang disebut kesuksesan. Karena itu perlu persiapan maksimal. Misalnya, beruji coba dengan Jepang, Korsel, Uzbekistan, Irak, Australia, dan Arab Saudi untuk mengukur kemampuan," tandas dia.
Di kelompok umur, katanya, Indonesia sejatinya punya bekal. Contoh Piala Asia U20. Indonesia pernah juara pada 1961, runner up 1967 dan 1970. Peringkat ketiga 1962. Tapi, di putaran final 2023 Timnas U20 yang ditangani Shin Tae-yong mentok di penyisihan Grup.
"Semoga saja di Qatar, gambaran sukses itu terlihat!" katanya.
Diketahui, putaran final Piala Asia U23 akan digelar di Qatar pada 15 April-3 Mei 2024. Ada 16 tim yang akan berlaga. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Studio DEEN Siap Garap Anime Baru Higurashi: When They Cry Setelah 20 Tahun
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Ditempa Sang Waktu: Berapapun Seringnya, Patah Hati itu Tetap Sakit!
-
ASDP Operasikan 29 Kapal untuk Jaga Kelancaran Logistik Ketapang-Gilimanuk
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama