Suara.com - PT. Isuzu Astra Motors Indonesia (IAMI) menyanggupi tantangan yang diajukan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian soal target eskpor kendaraan setelah didirikannya pabrik baru di Karawang, Jawa Barat, Selasa (7/4).
Yohannes Nangoi selaku Presiden Direktur PT IAMI mengatakan bahwa Rahmat Gobel selaku Menteri Perdagangan menantang pihaknya untuk mengekspor kendaraan sebanyak 20 persen, sedangkan Menteri Perindustrian, Saleh Husein meminta Isuzu untuk mengekspor 50 persen.
Yohannes mengaku bahwa sebenarnya pihaknya selama ini telah melakukan kegiatan ekspor meski bukan dalam bentuk kendaraan utuh (CBU) yakni masih sebatas block engine sebanyak 250 ribu unit per tahun.
"Kami ekspor block engine ke Thailand baru disebarkan ke negara lainnya. Yang dimaksud Pak Rachmat Gobel itu mengekspor dalam keadaan utuh diharapkan bisa 20 persen. Mudah-mudahan tahun depan kami bisa segera mengekspor dalam bentuk utuh," kata Yohannes.
Yohannes mengaku bahwa tantangan yang diberikan Kementerian Perindustrian merupakan tantangan yang luar biasa. Tapi Ia menyebut bahwa mempersiapkan ekspor kendaraan utuh ke negara lain tidak mudah dan dibutuhkan waktu untuk penyesuaian.
"Kebutuhan setiap negara akan kendaraan kan berbeda-beda. Ekspor ke Vietnam misalnya spesifikasi harus disiapkan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Tapi melalui pendirian pabrik ini, kami memang sudah siapkan sebagai basis ekspor," imbuhnya.
Ia berharap target ekspor ini bisa terealisasi mulai tahun depan.
"Kalau Kemenperin menyebut 50 persen itu tantangan luar biasa, tapi mudah-mudahan tahun depan bisa mengejar untuk 20 persen dahulu," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tesla Lolos dari Ancaman Recall 2 Juta Unit Mobil Listrik Terkait Fitur Mengemudi Satu Pedal
-
Bos Volkswagen Akui Industri Otomotif China Lebih Unggul dan Terencana di Tengah Gelombang PHK
-
Prabowo Tegaskan Pemerintah Fokus Kendaraan Listrik dan Sebut Nama Toyota
-
QJMOTOR Gebrak Pasar Motor Premium Indonesia Lewat Dua Jagoan Baru
-
Konflik Timur Tengah Ganggu Ekspor Mobil China, Dampaknya Merembet ke Eropa
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
Terkini
-
6 Mobil Toyota Termurah Tahun Muda 2026, Favorit Keluarga!
-
Mitsubishi Xpander HEV 2026 Resmi Melantai, Bawa Perubahan Besar pada Sektor Pengendalian
-
Pengakuan Jujur Bos Ford Usai Jajal Pikap Listrik BYD Shark 6, Akui Kompetitif Tapi...
-
Jangan Sepelekan! Segera Ganti Oli Motor Setelah Mudik agar Mesin Tak Jebol
-
Mitos atau Fakta: Matikan AC Mobil Bisa Bikin Mesin Tambah Bertenaga
-
Tesla Lolos dari Ancaman Recall 2 Juta Unit Mobil Listrik Terkait Fitur Mengemudi Satu Pedal
-
5 Mobil 3 Baris Senyaman Innova yang Mudah Dirawat dan Irit BBM
-
Update Harga Wuling Air EV Maret 2026, Unit Baru Mulai Rp214 Jutaan
-
Toyota Kucurkan Investasi Fantastis demi Percepat Produksi Mobil Listrik Terbaru
-
Terpopuler: Rekomendasi Mobil 7 Seater Jarang Rewel hingga yang Pajaknya Paling Irit