- Industri otomotif Thailand terancam krisis akibat transisi kendaraan listrik dan robotika yang berpotensi memicu PHK satu juta pekerja.
- IndustriALL Global Union mendesak perusahaan membuka dialog inklusif dengan serikat pekerja untuk mencari solusi bersama atas krisis tersebut.
- Fenomena hilangnya ratusan ribu lapangan kerja otomotif di berbagai negara menuntut pengelolaan transformasi industri secara lebih bertanggung jawab.
Suara.com - Industri otomotif Thailand dikabarkan tengah berada di ujung tanduk. Sektor yang mampu memproduksi 1,45 juta kendaraan per tahun tersebut sedang menghadapi badai besar akibat tren mobil listrik serta penggunaan robot otomatis di lini produksi.
Faktanya, perubahan ini bukan sekadar kemajuan teknologi namun menjadi ancaman gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi hampir satu juta pekerja di Thailand.
Transisi menuju kendaraan listrik atau EV membuat struktur produksi menjadi jauh lebih sederhana sehingga kebutuhan tenaga kerja berkurang drastis.
IndustriALL Global Union memperingatkan bahwa tanpa perlindungan bagi buruh dampak sosial yang ditimbulkan akan sangat fatal. Direktur Industri Otomotif dan Dirgantara IndustriALL Global Union, Georg Leutert menekankan pentingnya ruang dialog antara perusahaan dan pekerja untuk menghadapi krisis ini.
"Dari perspektif serikat pekerja, hal paling mendasar adalah adanya serikat itu sendiri. Perusahaan tidak boleh menutup ruang bagi pekerja untuk memiliki suara kolektif dan terlibat dalam dialog," ungkap Georg, dikutip Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga harmoni industri melalui komunikasi yang terbuka.
"Harus ada pertukaran yang berkelanjutan antara manajemen dan pekerja untuk mencari solusi bersama. Selain itu, perusahaan juga harus melihat dampaknya terhadap masyarakat luas," jelasnya.
Realitas pahit ini sudah mulai terjadi di berbagai negara maju. Jerman dilaporkan kehilangan lebih dari 100.000 pekerja otomotif tahun lalu akibat pergeseran industri.
"Kami melihat lebih dari 100.000 pekerjaan otomotif hilang di Jerman tahun lalu. Tren ini juga terjadi di Amerika Serikat, Jepang, dan negara lainnya," sambung Georg.
Baca Juga: 6 Cara Menjaga Baterai Mobil Listrik agar Tidak Cepat Rusak, Aman hingga Belasan Tahun
Situasi ini menuntut langkah lebih jauh dari sekadar pemberian dana pesangon. Transformasi otomotif harus dikelola dengan pendekatan inklusif agar kemajuan teknologi tidak meninggalkan jutaan orang dalam ketidakpastian ekonomi.
"Di masa transformasi seperti sekarang, yang paling penting adalah bagaimana perusahaan dan serikat pekerja menyepakati cara mengelola perubahan tanpa semua orang kehilangan pekerjaan," pungkas Georg.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Toyota Indonesia Gelontorkan Rp 1,3 Triliun Perkuat Produksi Baterai Mobil Listrik Bareng CATL
-
Yamaha Mio 2026 Dikabarkan Bangkit Kembali Demi Usik Dominasi Kompetitor
-
Strategi Berisiko Nissan Suntik Mati 11 Mobil Demi Bisa Bertahan
-
Dilema Mobil Listrik Global Toyota Memilih Melawan Arus saat Honda dan VW Mulai Lempar Handuk
-
Bukan Lagi Rp0, Ini Bocoran Nominal Pajak Mobil Listrik Terbaru Sesuai Permendagri
-
Cumi Darat Tak Lagi Irit, 4 Mobil Diesel Ini Bakal Terdampak Kenaikan Harga Dexlite 2026
-
Apakah Ada Motor Listrik Polytron Harga Rp7 Jutaan? Ini 5 Pilihan Termurahnya
-
Volkswagen Golf GTI Rayakan Perjalanan 50 Tahun Sang Legenda Hot Hatch Dunia
-
Penjualan Anjlok Drastis, Honda 'Nyerah' Bersaing dengan Mobil Listrik China
-
Harga BBM Non Subsidi Naik, Ini 7 Tips Berkendara agar Lebih Hemat dan Irit