Suara.com - Mengubah Indonesia dari hanya sekedar pasar menjadi basis ekspor mobil di kawasan Asia Tenggara menjadi impian Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), demikian dikatakan jajaran pengurus baru asosiasi produsen mobil Indonesia itu dalam sebuah acara perkenalan di Jakarta, Selasa (29/3/2016).
Yohannes Nangoi, Presiden Direktur Isuzu Astra Motor yang pada Februari lalu terpilih sebagai Ketua Umum Gaikindo, mengatakan bahwa Indonesia harus mengalahkan Thailand sebagai pengekspor mobil nomor satu di Asia Tenggara dan tidak hanya menjadi pasar otomotif terbesar di kawasan.
"Pasar ekspor harus dikembangkan," kata Yohannes, "Hingga 2015 kemarin Indonesia berada di peringkat pertama penjualan mobil domestik, tetapi sayang ekspornya masih kalah dari Thailand."
Ia mengatakan bahwa ekspor Indonesia tahun lalu belum beranjak dari angka 200.000 unit, sementara Thailand sudah mencapai satu juta unit per tahun. Ia menargetkan bisa mengejar jumlah ekspor Thailand dalam waktu dua hingga tiga tahun mendatang.
Meski demikian Yohannes mengakui bahwa menjadikan Indonesia basis ekspor bukan pekerjaan mudah, apa lagi mengingat bahwa kebijakan ekspor lebih banyak diputuskan oleh para prinsipal, elit-elit produsen mobil di level tertinggi.
Dalam bentuk insentif
Karenanya Gaikindo mengatakan ambisinya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekspor harus didukung oleh pemerintah. Dukungan itu bisa dalam bentuk pemberian insentif, menarik lebih banyak investasi di industri komponen, dan peningkatan infrastruktur serta layanan pendukung ekspor, seperti pelabuhan.
Khusus soal insentif Gaikindo mendesak agar pemerintah menurunkan tarif pajak penjualan barang mewah (PPNBM) khusus bagi sedan kecil dan mobil tipe sport utility vehicle (SUV), agar tipe kendaraan yang dikembangkan di Tanah Air lebih bervariasi. Gaikindo meminta agar PPNBM untuk sedan kecil di bawah 1500 cc dan SUV diturunkan dari 30 persen menjadi 10 persen.
"Di Indonesia yang paling populer mobil multi purpose vehicle, sementara di negara lain (yang akan jadi tujuan ekspor) kan bukan hanya itu, ada juga sedan dan SUV," kata Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo.
Jongkie mengklaim jika pajak diturunkan, maka harga mobil akan semakin murah, jumlah penjualan akan semakin tinggi, dan prinsipal mengizinkan mobil-mobil tersebut di dalam negeri, sebelum akhirnya diekspor.
Sementara untuk mengundang industri komponen otomotif, Gaikindo juga meminta pemerintah menawarkan insentif berupa tax holiday bagi investor.
"Bisa selama lima atau 10 tahun," kata Jongkie, sembari mengingatkan bahwa saat ini Indonesia hanya memiliki sekitar 800 industri komponen, sementara Thailand sudah di atas 2500.
Berita Terkait
-
GAIKINDO Soroti Ketimpangan Stimulus Industri Otomotif dari Pemerintah
-
GAIKINDO Desak Pemerintah Beri Insentif Merata Untuk Mobil Bensin Hingga Hybrid
-
Ekspor Mobil Buatan Indonesia Tancap Gas, Naik 31,4 Persen
-
Diam-diam Pasar Mobil PHEV Meledak di 2026, Naik Nyaris 400 Persen
-
Rupiah Ambruk, Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Penjualan Toyota GR Supra Justru Melejit saat Produksinya Resmi Dihentikan
-
Tunda Memaksakan Diri Nyicil Vario Evo, Ini 6 Motor Under 5 Jutaan Cocok untuk Pelajar 2026
-
Ketidakjelasan Insentif Pemerintah Berisiko Hambat Laju Penjualan Mobil Listrik Nasional
-
Toyota Ekspansi, Transportasi Udara Turut Disasar
-
Strategi Hyundai Redam Dominasi Mobil China Lewat Jajaran Produk Baru
-
Beda Nasib Kia di Luar Negeri vs di Indonesia, Penjualannya Bak Langit dan Bumi
-
Honda Monkey Terbaru Tampil Makin Ikonik dengan Penyegaran Warna dan Desain Jok Klasik
-
Resmi Mengaspal, Intip Pesona Sedan Baru Mitsubishi Harga Murah Tampang ala Lancer Evo
-
Komponen Mobil Diesel yang Perlu Diperhatikan saat Beralih ke B50
-
IMI Awards 2025 Digelar, Drifter Muda Obell Raih Penghargaan