Suara.com - Jika Anda memiliki anak yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas dan baru memiliki surat izin mengemudi (SIM) C, tampaknya pengawasan terhadap cara berkendara mereka mesti diperketat.
Menurut data Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, yang dirilis Rabu (5/4/2016), siswa dan siswi SMA adalah kelompok yang paling banyak melanggar lalu-lintas di Ibu Kota.
Sepanjang Februari-Maret, berdasarkan data tersebut, pelajar berseragam putih dan abu-abu ini menempati peringkat pertama pelanggar lalu lintas untuk roda dua. Peringkat kedua ditempati kalangan mahasiswa.
"Pelanggaran paling sering dilakukan anak SMA itu rata-rata melanggar lampu merah," kata Umar, anggota Satuan Patroli dan Pengawalan (Patwal) Ditlantas Polda Metro Jaya dalam acara Total Oil Safety Riding Clinic, di SMA Marsudirini, Bekasi, Jawa Barat.
Adapun jumlah pelanggar di usia 16-30 tahun naik 1% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dari 37.464 menjadi 37.697 kasus pelanggaran. Secara total, pada Februari-Maret 2016 terdapat 62.982 kasus pelanggaran.
Kecelakaan sepeda motor yang sering terjadi, kata Umar, adalah karena kelalaian manusia dan karakter pengendara yang agresif. Ia mengingatkan pentingnya pendidikan dan pengawasan dari keluarga sebagai tameng pertama pencegah kecelakaan.
Di luar itu, Ditlantas Polda Metro Jaya dan pihak swasta seperti Total Oil kerap melakukan penyuluhan mengenai cara berkendara aman dan baik di sekolah-sekolah.
"Pendidikan itu sendiri dimulai dari keluarga, baru instansi-instansi terkait. Tapi intinya dari keluarga. Kita hanya terus mengingatkan," ucap Umar yang juga pebalap Drag Race di tim Total Oil itu.
Berita Terkait
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Tragis! Gagal Salip Bus, Pemotor di Jakarta Barat Tewas Terlindas di Flyover Pesing
-
Diduga Salah Injak Gas, HR-V Tabrak Motor di Joglo: Massa Kesal dan Pukul Kaca Mobil
-
Laka Lantas Meningkat, Lelah dan Lalai Nyalip Jadi Pemicu Utama Kecelakaan saat Mudik 2026
-
Teknologi ADAS Bisa Jadi Solusi Tekan Angka Kecelakaan Akibat Human Error di Jalan Raya
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Terpopuler: Daihatsu Rocky Bekas Harga Makin Terjangkau, Fortuner Listrik 300 Jutaan
-
Kualitas Perangkat Lunak Toyota bZ4X Dipertanyakan Setelah Recall Berulang Kali
-
Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
-
Akankah Harley-Davidson 40 Jutaan Beredar Global Termasuk ke Indonesia?
-
Mobil Listrik Toyota Sekaliber Fortuner Hadir, Harga Mulai Rp300 Jutaan
-
Yamaha Ajak Pengguna Motor Indonesia Makin Peduli Keselamatan Lewat Gerakan Pilih Selamat
-
Selamat Tinggal Pedal Rem! Motor Sport Yamaha Terbaru Bakal Dikendarai ala Skutik?
-
Pesona Ducati Desmo250 MX: Motor Trail Ber-DNA Superbike, Punya Fitur Quickshifter
-
Mobil Listrik Tapi Bebas Cas di SPKLU? Buktikan Sendiri Sensasi Nissan e-POWER di Yogyakarta
-
Harga Daihatsu Rocky Bekas Manual Makin Menggoda: LCGC Kalah Murah, Intip Spesifikasinya