- Kecelakaan hebat melibatkan mobil Toyota Hiace rombongan guru dari Jakarta terjadi di Tol Semarang-Solo KM 426, Selasa (6/1/2026).
- Insiden tersebut dipicu dugaan kurang jaga jarak aman saat mobil menabrak bagian belakang truk crane yang melaju searah.
- Peristiwa tragis ini mengakibatkan satu guru meninggal dunia, sementara lima guru dan sopir lainnya mengalami luka-luka.
Suara.com - Kabar duka datang dari dunia pendidikan. Perjalanan sekelompok guru asal Jakarta harus berakhir dengan tragedi memilukan setelah mobil Toyota Hiace yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan hebat di Kilometer 426 Tol Semarang-Solo, wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada hari Selasa (6/1/2026).
Insiden nahas ini merenggut nyawa satu orang guru, sementara lima guru lainnya beserta sang pengemudi mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut memang membawa rombongan para pendidik dari ibu kota.
"Mobil rombongan guru dari Jakarta," kata Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramdhani sebagaimana dilansir Antara.
Kronologi Tabrakan Maut di Jalan Tol
Peristiwa tragis ini, menurut AKP Lingga, bermula ketika mobil travel Toyota Hiace dengan nomor polisi B 7047 PXU melaju dari arah Semarang dengan tujuan ke Solo. Rombongan tersebut diketahui tengah menempuh perjalanan saat kecelakaan terjadi.
Setibanya di lokasi kejadian di KM 426, petaka tak dapat dihindari. Pengemudi mobil Hiace diduga kehilangan konsentrasi atau kurang antisipasi terhadap kondisi lalu lintas di depannya.
Nahas, tepat di depan mobil rombongan guru tersebut, melaju searah sebuah truk crane. Diduga karena pengemudi Hiace tidak menjaga jarak aman, tabrakan keras pun terjadi. Bagian depan mobil Hiace menghantam bagian belakang truk dengan sangat kuat.
"Karena jarak terlalu dekat, kecelakaan tidak dapat dihindari," tambahnya.
Baca Juga: Rano Karno Jenguk Korban Kecelakaan SDN Kalibaru 01, Janji Kawal Proses Pemulihan
Kerasnya benturan menyebabkan bagian depan mobil Hiace ringsek parah, menjepit penumpang yang berada di dalamnya dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa serta luka-luka.
Satu Guru Gugur, Lima Lainnya Terluka
Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan evakuasi terhadap para korban. Satu orang dipastikan meninggal dunia di tempat akibat luka parah yang dideritanya.
Korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut diketahui bernama Terodius Heru Sucahya (57), seorang guru yang beralamat di Jakarta Utara. Almarhum menjadi korban jiwa satu-satunya dalam insiden ini.
Selain korban meninggal, petugas juga mengevakuasi enam korban luka lainnya yang terdiri dari pengemudi mobil Hiace dan lima orang guru yang menjadi penumpang. Seluruh korban luka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Sementara itu, jenazah guru yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut selanjutnya dievakuasi ke RSUD Semarang untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Berita Terkait
-
Rano Karno Jenguk Korban Kecelakaan SDN Kalibaru 01, Janji Kawal Proses Pemulihan
-
Diduga Mabuk, Pengemudi Brio Tabrak Separator Busway Hingga Mobilnya Terbakar
-
Longsor Akibat Kecelakaan Kerja di Sumedang: Empat Pekerja Tewas
-
Pesepeda Luka Kepala Ditabrak Mobil Listrik di Jalan Sudirman
-
Penyebab Civic Ringsek di Bundaran HI, Polisi Ungkap Dugaan Pengemudi Muda Tak Fokus
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Tiap Dapur SPPG Wajib Layani Minimal 300 Ibu dan Balita, Melanggar? Insentif Rp6 Juta Melayang!
-
Dari Video Viral ke Laporan Polisi: Mengapa Konflik GRIB Jaya dan Ahmad Bahar Terus Membesar?
-
Polemik TNI Keluar Barak Buru Begal: Solusi Keamanan Darurat atau Benturan Tupoksi Militer?
-
Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!
-
Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan
-
Renduk Pemulihan Pascabencana Himpun 11.512 Kegiatan, Ini Skala Prioritasnya
-
Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?
-
Tak Pandang Bulu! Bareskrim Akui Anggota Polisi Berinisial AFH Terseret Kasus Narkoba B Fashion
-
Sambil Terisak, Megawati Tegaskan Indonesia Haramkan Hubungan Diplomatik dengan Israel
-
Uang Negara Menguap Triliunan! Kejagung Didesak Bongkar Mafia di Balik Investasi Telkomsel ke GoTo