Suara.com - Ratusan pemimpin dunia, pada 2015 lalu, sepakat memperketat emisi gas buang global serta menargetkan mobil berbahan bakar minyak haram hukumnya pada 2035. Akan tetapi, sebuah studi memaparkan bahwa kepunahan mobil berbahan bakar minyak bisa jauh lebih cepat dari itu.
Studi itu, seperti diwartakan Motor1, Selasa(23/5/2017), dibuat oleh Ekonom Universitas Stanford Tony Seba. Hasil dari studi dituliskan dalam laporan berjudul 'Rethinking Transportation 2020-2030'.
Seba, di dalam laporannya, memproyeksikan bahwa tidak ada lagi mobil, bus, atau truk bermesin bensin serta diesel yang dijual di pasar global dalam delapan tahun dari sekarang. Ini berarti, pada 2025, roda empat berbahan bakar minyak menurutnya tinggal cerita di buku sejarah.
Salah satu pemicu utama hilangnya mobil berbahan bakar minyak, berdasarkan pemaparan dalam laporan ialah semakin murahnya harga baterai mobil listrik, diiringi dengan meningkatnya performa baterai. Pasalnya, dengan didorong oleh target emisi global, semua pabrikan berlomba-lomba meriset dan mengembangkan baterai yang murah dan berkemampuan lebih mumpuni.
Dalam dua-tiga tahun ke depan saja, baterai mobil listrik diprediksi dapat menempuh minimal 200 mil (322 km) dengan sekali pengisian daya, dengan harga mobil listrik sekitar 30 ribu dollar AS (Rp398,9 juta).
Syahdan, banderol plus jarak tempuh baterai akan mampu dipatok semakin murah dan semakin jauh lagi setelah 2020. Nilai jual yang murah ini didukung pula oleh turunnya biaya operasional per mil dari mobil listrik, juga biaya asuransinya.
Seba menilai, saat ini, industri otomotif sedang mendekati titik kulminasi dari sebuah perubahan signifikan.
"Apa yang diperlihatkan oleh kurva biaya adalah bahwa pada 2025, semua kendaraan baru adalah mobil listrik. Semua bus, truk, traktor, mobil, van, semua moda transportasi yang berjalan di atas roda didukung motor serta baterai listrik," kata Seba.
Baca Juga: Mobil Diduga LMPV Mitsubishi Tertangkap Kamera Dites Chairman
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
9 Mobil Awet dan Irit tapi Harga Anti Gorengan: Mulai 60 Jutaan, Lengkap dengan Testimoni Pakar
-
Terpopuler: Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Mobil Hybrid Makin Dominan
-
Yamaha Byson 2026 Makin Gahar: Harga Sekaliber Honda Scoopy, Banyak Fitur Baru
-
Harga Mirip Jadi Dilema, Mending Honda Scoopy atau Yamaha Fazzio dari Aspek Fitur?
-
Chery Gandeng Mitra Lokal Garap Mobil Listrik Mungil Tantang BYD Racco
-
Kondisi Honda PCX 160 Setelah Disiksa 39 Ribu Km: Bodi 'Ambyar', Tapi Mesin Tetap Halus Tanpa Gredek
-
Kejutan Harga Mobil Suzuki Juni 2026. Ada Fronx Hingga S-Presso yang Bikin Menggoda
-
Bukan Toyota atau Honda Inilah Merek Mobil Paling Aman untuk Pengemudi Pemula dari Hasil Riset
-
Bawa Aura JDM Asli! Saudara Honda BeAT Punya Tampang Kalem, Premium, dan Menang Telak di Kenyamanan
-
Paten Yamaha R2 Bocor, Bisa Jadi Bahan Bore Up R15?