Suara.com - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengingatkan bahwa pemerintah dan pabrikan harus mulai memikirkan cara mendaur ulang baterai sepeda motor listrik. Jika tidak, saat penjualan motor listrik semakin banyak, baterainya dapat menjadi limbah berbahaya.
Pemerintah Indonesia memang sudah menargetkan memiliki 2,1 juta 'kuda besi' listrik pada 2025. Saat ini, pasar sepeda motor Tanah Air pun sudah mempunyai dua merek roda dua bertenaga listrik murni, yaitu Viar dan Gesits.
Viar sudah resmi menjual produk perdana mereka, Q1, sejak awal Juni dengan harga Rp16,2 juta on the road Jakarta. Sementara itu, Gesits baru memperlihatkan prototipe produk mereka, membuka pemesanan, dan baru mulai menjualnya awal 2018 dengan harga di bawah Rp20 juta.
Ketua Umum AISI Johannes Loman mewanti-wanti agar para pihak terkait mulai mencari cara mengolah baterai ion-lithium bekas yang tak terpakai. Jika tidak, limbahnya, dalam jumlah banyak, kelak menimbulkan problem serius bagi lingkungan dan manusia.
"Kita kan selalu berpikiran motor listrik makan polusi rendah, tapi kita harus ingat bahwa baterainya juga tidak seumur hidup, harus diganti. Sebaiknya memang perlu dipikirkan juga bagaimana mendaur ulangnya, kalau tidak akan masalah," ucapnya, saat ditemui belum lama ini di Jakarta.
Detail mengenai regulasi, keamanan, dan infrastruktur pengisian daya juga mesti dibuat dengan seksama agar perkembangan motor listrik dapat berjalan maksimal.
"Saya melihat bahwa teknologi motor listrik ke depannya akan semakin baik, semakin terjangkau. Cuma saat ini masih terus dikembangkan," ujar Johannes.
AISI sendiri melihat bahwa untuk pasar Indonesia, motor listrik lebih akan menjadi pelengkap dari motor konvensional alih-alih menggantikannya. Motor listrik menjadi moda transportasi jarak pendek, sementara motor konvensional tetap digunakan untuk jarak jauh.
"Saya yakin (motor listrik) di kota-kota besar akan jadi pelengkap di dalam siklus pengangkutan," katanya.
Baca Juga: Yamaha Nmax Merajalela, Kapan Honda Hadirkan Pesaing?
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Jaecoo Prioritaskan Mobil Listrik di Tengah Harga BBM Global yang Masih Tinggi
-
Terpopuler: Adu Motor Listrik MBG vs Local Pride, Kekayaan Bupati Tulungagung 17 Kendaraan
-
Sehari Jalan 70 Kilometer, Berapa Biaya Bulanan Mobil Listrik BYD Atto 1?
-
Isuzu D-Max Rodeo Hadir dengan Mesin Diesel Terbaru Jawab Kebutuhan Operasional Medan Ekstrem
-
Harga Bak Bumi dan Langit: Motor Listrik MBG Emmo JVH Max vs Local Pride Polytron Fox, Mending Mana?
-
5 Mobil Bekas Keluaran 2016: Tak Bikin Tekor Meski Pakai BBM Non Subsidi, Mulai 80 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Gran Max Melejit 40 Persen Efek Program MBG
-
Daftar Koleksi Mobil dan Motor Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung yang Terjaring OTT KPK
-
Di Balik Tampilan Garangnya, Motor Listrik Emmo BGN Punya Kembaran di China, Produk Rebadge?
-
Anggota DPR Dapat 2 Pelat Nomor Khusus: Demi Permudah Dalam Jalani Tugas