Suara.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan empat perguruan tinggi (PT) dilibatkan dalam riset pengembangan mobil listrik nasional.
Menteri Nasir, yang ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa, menuturkan empat perguruan tinggi itu antara lain adalah Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS), Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS).
Menurut dia, riset yang dilakukan kementeriannya bersama empat perguruan tinggi negeri itu, saat ini sudah memasuki tahap persiapan pengembangan prototipe kendaraan roda empat tersebut.
"Prototipe sudah kami program. Kami sudah siapkan untuk pengembangan berikutnya. Kami membuat road map pengembangan hingga 2020," jelas Menristekdikti.
Lebih lanjut, Nasir menambahkan kendaraan yang akan memanfaatkan energi listrik sebagai bahan bakar tersebut, kelak juga ditargetkan menjadi mobil nasional yang dapat diproduksi secara massal.
"Ya nanti ini jadi mobil listrik nasional. Kami rencanakan wujudnya sudah produk," kata dia.
"Harapannya 2020 nanti sudah bisa dijual," tuturnya kemudian.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui keterangan resminya pada Senin (31/7/2017), menyatakan Menteri ESDM Ignasius Jonan sedang menyiapkan draft regulasi guna mendorong pengembangan mobil listrik.
Menurut Jonan, hal tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendukung pemanfaatan energi bersih sebagai implementasi hasil persetujuan Conference of Parties (COP) 21 di Paris pada tahun 2015 mengenai perubahan iklim.
Selain itu, pemanfaatan energi listrik sebagai bahan bakar kendaraan ini juga diklaim telah mendapatkan lampu hijau dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan akan segera dikeluarkan regulasi pendukungnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri Kendaraan Listrik Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
-
Perbedaan Perawatan Ban Mobil Listrik dan Konvensional Saat Musim Liburan
-
Declan Rice Jadi Brand Ambassador Xiaomi SU7, Peluncuran Global Semakin Dekat
-
Nissan Pangkas Waktu Produksi Jadi 26 Bulan Demi Lawan Dominasi Mobil China
-
Meksiko Tantang Pasar Otomotif Dunia Lewat Mobil Listrik Nasional Seharga LCGC
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Motor Listrik Pintar OMO-X Resmi Mengaspal di Indonesia Simak Keunggulan dan Harganya
-
Garansi Motor Yamaha Langsung Gugur saat Modifikasi Dua Bagian Ini
-
Maxi Series Kuasai 50 Persen Penjualan Yamaha di Bandung
-
Pembalap Indonesia Aldi Satya Mahendra Raih Podium Bersejarah di World Supersport Misano
-
Perbedaan Perawatan Ban Mobil Listrik dan Konvensional Saat Musim Liburan
-
Declan Rice Jadi Brand Ambassador Xiaomi SU7, Peluncuran Global Semakin Dekat
-
Deretan Modifikasi Yamaha Grand Filano dan Fazzio yang Curi Perhatian di Bandung
-
Nissan Pangkas Waktu Produksi Jadi 26 Bulan Demi Lawan Dominasi Mobil China
-
Pebalap Astra Honda Racing Team Sukses Amankan Podium di ARRC Motegi Jepang
-
Motor Listrik Yadea Tawarkan Subsidi 10 Juta di Jakarta Fair 2026