Suara.com - Setidaknya sejak 21 September yang lalu, di media-media sosial beredar foto penampakan mobil Esemka bernama Digdaya di jalan raya. Mobil pickup double cabin itu kabarnya sedang menjalani pengujian di Solo, Jawa Tengah.
Kemunculan kembali mobil itu memang menarik. Mulai mencuri perhatian publik ketika diperkenalkan Presiden Joko Widodo, saat ia masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, kabar Esemka terakhir terdengar pada 2012 silam.
Ketika itu Esemka diumumkan sudah lulus uji emisi kedua di Balai Termodinamika Mesin Propulsi Serpong. Esemka lagi-lagi disebut ketika PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH), yang didirikan mantan kepala BIN AM Hendropiriyono, berencana memproduksi massal mobil lokal tersebut pada 2016 lalu.
Kini Esemka Digdaya muncul di media sosial dan publik kembali membicarakannya. Digdaya yang tertangkap kamera berwarna putih dan memiliki plat nomor AD 9130 XO. Kodifikasi 'AD' di plat tersebut menunjuk pada daerah Solo yang memang kota asal Esemka.
Saat ditelusuri, ada sejumlah akun media sosial yang menggunakan nama mobil itu. Sebuah akun Instagram bernama @esemka-indonesia rupanya telah menggunggah foto mobil itu sejak 15 Mei lalu.
Bahkan akun itu, juga mengumumkan bahwa Digdaya sudah bisa dipesan secara online, sambil memberikan tautannya website tempat peminat bisa mengisi formulir untuk memesan.
Berdasarkan pantauan ke laman tersebut, konsumen tinggal mengisi data-data seperti nama, alamat, nomor telepon, email, jumlah dan warna unit, serta jenis pembayaran.
Di laman ini, terungkap pula kalau Digdaya bermesin 2.0 l. Tetapi, tidak dijelaskan apakah mesin tersebut berbahan bakar bensin atau diesel, juga berapa harga Digdaya.
Sayang, Suara.com belum berhasil memferivikasi keaslian akun-akun maupun website tersebut, apakah benar milik PT ACEH atau tidak. Suara.com berusaha menghubungi PT ACEH melalui sambungan telepon, tetapi tidak ada pihak yang bersedia berbicara.
Sementara itu kemunculan foto Esemka Digdaya di media sosial juga sudah memantik isu miring. Ada yang menyebut mobil dalam foto berlogo Digdaya itu sebenarnya tak lain dari truk bikinan pabrikan Cina, Guangdong Foday Automobile, yang bernama F22.
Esemka, di akun Instagram @esemka-indonesia , menyangkal dengan mengatakan bahwa Foday F22 bukanlah produksi Indonesia.
Suara.com, pada Senin (25/9/2017), berhasil berbicara dengan Sukiyat, salah satu pengusaha otomotif yang terlibat sejak awal dalam pembuatan Esemka. Ia mengakui bahwa Esemka memang memiliki varian pick up bernama Digdaya.
"Saya sendiri yang membuat prototype-nya. Kalau ada yang bilang itu mobil Cina, itu fitnah," tegas dia.
Meski demikian, ia tak bisa menjelaskan tentang mobil dalam foto-foto di media sosial itu. Ia belum melihat foto tersebut dan mengaku sudah lama tak lagi terlibat dalam pengembangan mobil tersebut.
Berita Terkait
-
Bak Bumi dan Langit! Pickup Impor Koperasi Merah Putih vs Esemka Kebanggaan Jokowi Mending Mana?
-
Kejutan Agrinas Bawa Tata Yodha: Adu Mekanik Lawan Esemka Bima, Siapa Menang?
-
Polemik Koperasi Merah Putih: Mengapa Pilih Mahindra Ketimbang Esemka? Cek Perbandingannya
-
5 Fakta Program Mobil Nasional: Pemerintah Enggan Ulangi Tragedi Esemka dan Timor
-
19 Mobil Nasional yang Pernah Eksis, Mampukah Proyek Era Prabowo Mengakhiri Kutukan Kegagalan?
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mitos Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak Mulai Terpatahkan Data Lapangan
-
Mobil Keluaran 90-an yang Direkomendasikan Pakar: Desain Timeless, Bertenaga, Lebih Murah dari Motor
-
Bedah Data: Penjualan Mobil Listrik Polytron 2026 Kalahkan Brand Tenar dari Jepang dan Jerman
-
Sistem Infotainment Mobil Modern Dinilai Mengancam Keselamatan Berkendara
-
Bukan Indonesia, Negara Ini yang Jadi Tempat Kelahiran Yamaha R2?
-
Ancaman Nyata BYD Paksa Toyota Ubah Strategi Distribusi Kendaraan untuk Pasar Australia
-
Studi: Gen Z Tak Bisa Ganti Ban Mobil Senidiri saat Ban Bocor
-
Ada 9 Varian: Simak Perbedaan Harga dan Fitur Yamaha Aerox Biar Nggak Bingung
-
Touring Seru di Tanah Rencong Komunitas Motor Jelajahi Destinasi Ikonik Sambil Edukasi Mesin
-
Update Klasemen Moto3 Junior M Kiandra Ramadhipa Terpaut Sembilan Poin dari Puncak