Suara.com - Para pelanggar lalu lintas kerap meremehkan mobil yang dikendarai aparat Polantas, jika mereka mengejar kendaraan berkecepatan tinggi. Tidak di kota ini! Pasalnya, aparat polisi di Jerman mengendarai mercedes-benz mewah untuk mengejar para pelanggar lalu lintas.
Menurut pabrikan asal Jerman, Daimler, kepolisian negara tersebut menetapkan melengkapi seluruh armada motor hybrid dan diesel Mercedes-Benz untuk berpatroli di jalanan.
Mercedes akan mengungkapkan kontribusi pertarungan kriminal minggu ini di Pameran dan Konferensi Peralatan Polisi Umum di Frankfurt.
Di antara armada adalah plug-in hibrida baru GLC 350 eMatic, bersama dengan versi polisi kustom dari jajaran E-Class ikonik dan Mercedes Vito van.
Tapi yang paling menarik dari kelompok itu adalah X-Class baru, yang muncul dalam jajaran polisi untuk pertama kalinya.
Dengan harga jual sekitar 33.000 poundsterling (Rp630 jutaan), ini adalah usaha produsen terbaru untuk menciptakan pikap dan tampaknya merupakan kendaraan utilitas sempurna untuk memerangi kejahatan.
Memliki kecepatan jelajah tinggi dan berkendara off-road yang kuat, truk ini dilengkapi dengan suspensi Mercedes terbaru dan teknologi pengereman untuk membuatnya menjadi penggerak yang mulus, dimana pun medannya.
X-Class juga berisi mesin diesel V6 255bhp, memberikan banyak kekuatan untuk menangani sebagian besar misi polisi.
Dengan berat 2,230kg, X-Class membutuhkan waktu 11,8 detik untuk melaju dari 0-62mph, dengan kecepatan tertinggi hanya 109mph. Jadi memang jauh lebih baik sebagai kendaraan patroli di pinggiran kota.
Baca Juga: Gaikindo Resmi Keluarkan Mercedes-Benz dari Keanggotaan
Menurut siaran pers Daimler, semua kendaraan dilengkapi transmisi otomatis 7G-Tronic dengan konverter torsi, yang berarti akselerasi lebih cepat untuk membantu mengejar bahkan penjahat paling cepat sekalipun.
Mercedes mengatakan bahwa pihaknya berencana memperkenalkan powertrain listrik untuk semua van komersialnya akhir tahun ini, dengan potensi armada polisi memasukkan van eVito all-electric.
Kendaraan polisi baru ini akan mulai berjalan akhir tahun ini. [The Sun]
Berita Terkait
-
Gaikindo Resmi Keluarkan Mercedes-Benz dari Keanggotaan
-
Mercedes-Benz Siap - siap Tambah Model yang Dirakit di Indonesia
-
Tak Sanggup Beli Mercedes? Cuma 'Sewa' 3 Tahun pun Sekarang Bisa
-
Ditolak Sekali, Geely Masih Coba Beli Saham Mercedes-Benz
-
Desain Mobil Mercedes Akan Lahir dari Prancis Mulai 2018
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Tips Sederhana Rawat Mobil Mazda Sebelum Lakukan Perjalanan Mudik Lebaran 2026
-
Ini Perbedaan Tipe EV Charger, Sesuaikan dengan Kapasitas Baterai Kendaraan Anda!
-
Strategi Daihatsu Atasi Kredit Mobil Ditolak Perusahaan Pembiayaan
-
AHM Fasilitasi Ribuan Konsumen Setia Mudik ke Kampung Halaman dan Siagakan Ratusan Posko
-
Kapan Truk Dilarang Melintas saat Lebaran 2026? Ini Jadwal dan Daftar Ruas Tolnya
-
Gojek Buka Suara soal Sulitnya Cari Ojol di Akhir Ramadan, Sebagian Pengemudi Mulai Pulkam!
-
Wuling Siapkan Posko Siaga 24 Jam dan Diskon Servis Mudik Lebaran 2026
-
BYD Siapkan SPKLU Fast Charging di Posko Mudik Lebaran, Eksklusif untuk Konsumen
-
Penjualan Kendaraan Niaga Naik di Februari, Kadin: Geliat Ramadan dan Berkah Proyek Pemerintah
-
Pilihan Kendaraan Komersial Ringan di Tengah Isu Impor Pemerintah