Suara.com - Menyimak peluncuran Lamborghini Urus di show room Lamborghini, Pacific Place, Jakarta (6/12/2018), terasa bahwa produk Sport Utility Vehicle (SUV) perdana dari produsen Italia ini sangatlah personal. Atau bisa disebut memberikan perhatian begitu besar kepada setiap individu. Kepada mereka: para pemuja kecepatan dari produk premium.
"Untuk warna bodi, Lamborghini Urus bisa menyesuaikan keinginan konsumen, dengan 11 warna yang berbeda," demikian dipaparkan oleh Matteo Ortenzi, CEO Automobili Lamborghini S.p.A of Asia Pacific.
Beberapa warna ini, antara lain adalah Giallo, Yellow, Blue, Bianco Monocerous, Evros, serta Grigio Lynx. Sudah pasti keren dan mampu menyelaraskan keinginan para konsumen.
Belum lagi untuk urusan trimming dan upholstery atau singkatnya balutan material kulit di bagian interior. Di show room Lamborghini, Pacific Place, Jakarta, bisa dilihat langsung contoh-contohnya. Terasa lembut di kulit, dan tentu saja dengan pilihan warna tak kalah banyak dengan pilihan warna bodi.
Sementara pilihan aksesoris juga terasa lengkap, dengan display velg atau sepatu ban yang terasa luks serta premium. Di antaranya velg yang pada bagian sentral atau tengahnya dilengkapi dengan logo khas Lamborghini, seekor banteng. Logo itu diciptakan sendiri oleh Ferruccio Lamborghini, sang pendiri perusahaan, pada 1963.
Tampilannya berbentuk tameng, dengan pinggiran berwarna emas, latar belakang hitam, bagian tengah terdapat si banteng, serta tulisan "Lamborghini" dalam huruf kapital serta warna emas pula.
Kembali kepada Lamborghini Urus, jangan terkecoh dengan penampilan SUV-nya. Karena seperti disebutkan Davide Sfrecola, Area Manager Automobili Lamborghini S.p.A of Southeast Asia, "Hanya bodi saja yang berupa SUV, namun citarasanya adalah supercar."
Sehingga, warna bodi dan interior pun bisa dibuat sangat personal atau individual seperti berbagai supercar lansiran Lamborghini. Mari mengaspal bersama Lamborghini Urus! Amellia Wood
Baca Juga: Cedera Bahu Parah, Dokter Heran Marquez Bisa Jadi Juara Dunia MotoGP
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
70mai Gebrak Pasar Dashcam Indonesia Lewat Produk Berteknologi True 4K dan Koneksi 4G
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank
-
Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini
-
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV