Kendaraan arus balik lebaran dari Jawa Tengah tujuan Jakarta, berjalan tersendat di tanjakan Cadas Pangeran, Sumedang, Jawa Barat [ANTARA/Asep Fathulrahman]

Suara.com - Sejumlah ruas jalan di Indonesia memiliki kondisi ekstrem. Salah satunya adalah lintasan atau ruas jalanan menanjak. Selama musim mudik dan balik Lebaran 2019 atau Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, terjadi situasi kasus mobil gagal menanjak secara mulus.

Ilustrasi mobil lewat tanjakan. (Unsplash/Tim Trad)

Faktor apakah yang sebenarnya membuat kendaraan roda empat gagal mengeksekusi atau mengatasi trek menanjak ini?

Sony Susmana, selaku Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia, mengatakan kondisi ini sebenarnya lebih dialamatkan kepada faktor pegemudi. Bukan melulu kesalahan kendaraan yang "dituduh" ngempos atau kurang bertenaga alias loyo.

Menurut Sony Susmana, sebelum melakukan perjalanan, pengemudi wajib tahu kondisi handicap di ruas yang akan dilaluinya.

"Minimal, ia paham soal rute yang akan dilewati," kata Sony Susmana saat dihubungi Suara.com.

Selain itu, tambah Sony Susmana, kemampuan kendaraan juga harus dipahami secara detail. Begitu juga muatan harus diperhitungkan, karena akan mempengaruhi performa kendaraan.

"Hal ini wajib dikuasai dan dipahami pengemudi. Jadi tidak berpatokan kepada penggerak roda depan. Dalam kasus mudik kemarin banyak juga mobil lawas dan overload," papar Sony Susmana.

Sebagai catatan, perbincangan ini mengemuka saat jagad sosial media Tanah Air diramaikan dengan hiruk pikuk perjalanan arus mudik dan balik Lebaran 2019 atau Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Selain topik terkait tol Trans Jawa, banyak beredar video mobil tidak mampu melewati tanjakan dengan baik. Salah satunya Wuling Cortez yang harus didorong oleh anggota Polisi.