Berbeda dengan mobil elektrik produksi massal yang sudah menggunakan baterai lithium, mobil elektrik Garuda UNY masih menggunakan baterai berupa aki kering dengan daya 12 volt dengan jumlah empat buah, untuk menghasilkan daya 48 volt.
Diklaim, daya tersebut mampu membawa mobil elektrik Garuda UNY melaju selama dua jam atau sekitar 60 kilometer, tergantung bobot dan medan yang dilalui. Aki kering ditempatkan di depan dan belakang mobil, masing-masing dua buah, untuk meratakan bobot mobil.
Motor listrik yang tersemat di dalam mobil elektrik Garuda UNY adalah berjenis BLDC (brushless direct current) berdaya 10 kilo-watt. Menariknya, mobil elektrik ini tidak menggunakan gardan, tapi masih menggunakan rantai untuk menggerakan roda belakangnya.
Di bagian depan juga terdapat ruang penyimpanan alias bagasi yang cukup luas. Bagasi depan juga berguna untuk mengakses aki yang ada di bagian bawahnya.
Di sisi kanan mobil, ada sebuah lubang pengisian daya yang bentuknya mirip dengan tutup bensin pada mobil dengan bahan bakar minyak. Tafakur juga mengatakan kalau daya baterai mobil elektrik ini bisa diisi ulang di soket listrik di rumah dengan tegangan listrik 220 volt.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
Terkini
-
BYD Incar Tahta Tertinggi Mobil Laris Milik Toyota, Target 5 Tahun
-
5 Mobil Warna Oranye Paling Kece, Cocok untuk Dukung Timnas Belanda di Piala Dunia 2026
-
QJMOTOR Ajak Konsumen Indonesia Intip Teknologi Global Langsung di Pabrik China
-
4 Mobil Harga ala Motor Aerox, Mesin Badak Cocok untuk Kendaraan Pertama: Simak Saran Pakar
-
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Ala MotoGP Rilis di Jakarta Fair 2026
-
Terpopuler: Risiko Memaksa Motor Matic Konsumsi Pertalite, 5 Motor Tangguh yang Irit untuk Harian
-
Spesifikasi, Harga, dan Pilihan Warna Suzuki S-Presso Girl Edition: Mobil Kompak untuk Wanita Karier
-
4 Alasan Kuat Menunggu Vario 160 Teranyar 2026, Bedah Spesifikasi Mesin eSP+ dan Prediksi Desainnya
-
Musuh Tak Terlihat di Sirkuit Estoril: Cara Pebalap Indonesia Kiandra Taklukkan Angin Ekstrem Moto3
-
Belajar dari Kasus Recall Honda: Bagaimana Karat Subframe Menghancurkan Geometri Kaki-kaki Mobil?