Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi, hari ini, Jumat (9/2019), menikmati pengalaman menarik setelah disopiri Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad di Kuala Lumpur.
Dalam berbagai akun media sosialnya, Jokowi mengunggah foto sedang duduk bersama Mahathir di dalam sebuah mobil Proton berwarna merah.
"Jumat siang di Malaysia. Suasai melakukan pertemuan bilateral di Perdana Putra Building, Putra Jaya, Perdana Menteri Tun Mahathir Mohamad mengajak saya semobil menuju Dining Hall, Seri Perdana. Mobilnya berjenis Persona Proton berkelir merah," tulis @Jokowi.
Lebih lanjut, Ia menceritakan, duduk di baris depan yang dikemudikan langsung oleh PM Mahathir sendiri. Mobil pun melaju di tengah pengawalan menuju lokasi jamuan santap siang
"Ini kali kedua saya mendapat kehormatan duduk di mobil yang dikemudikan Dr.M. lebih empat tahun lalu, saat berkunjung ke Malaysia, beliau juga mengajak saya test drive mobil Proton yang disetir sendiri," terangnya.
Kisah itu tak lain adalah ketika diajak Mahathir menguji sebuah sedan Proton pada Februari 2015 lalu. Ketika itu Jokowi diajak melaju cepat di Sirkuit Sepang, yang biasa digunakan dalam balap MotoGP dan Formula 1.
"Tapi perjalanan hari ini lebih kalem. Pelan-pelan melaju dalam rangkaian kendaraan," tutup Jokowi.
Proton sendiri, yang pernah menjadi kebanggaan industri Malaysia, kini telah dikuasai oleh rakasa otomotif China, Zhejiang Geely Holding Group.
Didirikan pada 1983 di masa pemerintahan Mahathir, Proton mencapai puncak kejayaannya pada 1993. Ketika itu pangsa pasar domestik Proton mencapai 74 persen.
Baca Juga: Line-up 2019 dari Tetangga: SUV Perdana Proton bersama Geely
Tetapi karena kualitasnya yang di bawah rata-rata, jeleknya layanan purnajual, dan ketatnya persaingan dari merek-merek Jepang, Proton terpuruk. Per 2017 lalu, pasarnya di Malaysia sendiri tinggal 15 persen.
Pada 2017 Proton pun dibeli oleh Geely. Kini Mahathir berniat untuk membangun kembali industri mobil nasional Malaysia dengan menggandeng Daihatsu.
Berita Terkait
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Analis Bongkar Misi Reshuffle Prabowo Hapus Bayang-bayang Jokowi dan Jadikan Dudung 'The New Luhut'
-
Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya
-
Reshuffle Kabinet Terkini, Kenapa Prabowo Pilih Senin Wage dan Tinggalkan Tradisi Rabu Pon Jokowi?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bahaya Kebiasaan Menunda Isi Bensin Mobil yang Sering Diabaikan Pengendara
-
Daftar 13 SPBU yang Sudah Tidak Jual Pertalite Lagi
-
Telat 1 Hari Bayar Pajak Motor, Apakah Kena Denda? Begini Penjelasannya
-
KBA Servis Gratis Mesin Tempel Yamaha Perkuat Sektor Maritim Nasional
-
Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?
-
Motor Listrik Bisa Tekan Konsumsi BBM, Ini 4 Pilihan Model Mulai Rp 13 Jutaan
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?