Suara.com - Berbagai cara dilakukan oleh pemotor yang nakal untuk menghindari razia polisi agar tidak ditilang. Seperti pemotor di Medan yang menggunakan Google Maps untuk menghindari polisi karena tidak menggunakan helm. Alih-alih dibantu, pemotor ini malah diajak ribut oleh Google Maps. Seperti apa?
Hal ini dikeathui dari unggahan warganet bernama @dwihandaanda di jejaring Twitter. Pada video berdurasi 2 menit 20 detik itu terlihat seorang pengendara motor pria yang tidak menggunakan helm.
Dengan menunggangi Vespa, pemotor terebut pun meminta Google Maps untuk mengarahkan ke jalan yang tidak ada polisinya agar tidak ditilang.
"Carikan dulu jalan yang lain, ada polisi di depan," kata si pemotor itu. Permintaan itu pun disahuti Google Maps dan diberikan saran jalan yang lain.
Pemotor tersebut pun melewati gang kecil, menuruti saran dari Google Maps. Tapi saat hendak keluar gang tersebut, masih saja ada polisi yang sedang mengatur lalu lintas.
Pemotor itu pun kaget dan meminta si Google Maps untuk mencari jalan lain karena masih ada polisi di depan.
Setelah itu, pemotor pun memutar arah dan mengikuti petunjuk Google Maps. Namun ternyata arah yang ditunjukkan oleh Google Maps berakhir di toko helm.
Pemotor itu pun kaget dan mengatakan "Bah, salah kali kau. Ini kan tok oksesori sepeda motor," dan langsung disahuti oleh Google Maps "Kau beli dulu helm baru jalan lagi. Bukan kerjaanku nyarikan kau jalan yang nggak ada polisinya, sudah tahu naik motor tapi nggak mau pakai helm, nanti ditangkap polisi nangis kau!"
Tak terima pemotor itu pun melawan Google Maps. Tapi ternyata si Google Maps ini malah tambah emosi karena si pemotor yang terus melawan dan ogah menggunakan helm.
Baca Juga: Istri Ge Pamungkas Unggah Foto Ciuman, Warganet: Jomblo Cuma Bisa Berkhayal
Video tersebut, rupanya sebuah iklan layanan masyarakat sebagai kesadaran untuk menggunakan helm saat berkendara.
Menggunakan helm saat berkendara bukan hanya agar tidak ditilang oleh polisi tapi juga untuk keselamatan diri sendiri, lho.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Irit Mana antara Toyota Avanza vs Rush? Intip Pula Komparasi Harganya
-
5 Kelemahan Avanza yang Jarang Dibicarakan, Tenggelam oleh Reputasi Awet
-
Request Mobil Dinas Gubernur Kaltim 8,5 M, Bisa Buat Ngecor Beton Jalan Berapa Kilometer?
-
Ini 3 Jenis Pick Up yang Didatangkan Agrinas, Carry dan Gran Max Kalah Kelas
-
Bak Bumi dan Langit! Pickup Impor Koperasi Merah Putih vs Esemka Kebanggaan Jokowi Mending Mana?
-
Harga Mobil Dinas Gubernur Kaltim 8,5 M Setara Biaya Mengaspal Jalan Berapa Kilometer?
-
5 Mobil Double Cabin Buat Mudik Siap Angkut Banyak Barang, Mulai 100 Jutaan
-
Penjualan Motor Baru Januari 2026 Tembus 577 Ribu Unit Sinyal Positif Ekonomi Nasional
-
Apakah RI Hanya Jadi 'Tong Sampah' Pickup India? Ini Fakta Sebenarnya
-
Mitsubishi Xpander Tawarkan Kemewahan dan Fitur Canggih yang Sulit Disaingi Rival Low MPV