Suara.com - Dengan angka kematian di Indonesia akibat Virus Corona baru atau Coronavirus Disease (COVID-19) mencapai 58 orang pada hari ini, berdasarkan data Worldometer, maka sebagai warga kita perlu bijaksana mengikuti imbauan pemerintah. Seperti physical distancing atau jaga jarak aman minimal 1 m persegi bila berjalan atau mengantri, sampai bekerja, belajar, serta beribadah di rumah.
Kalaupun bosan di rumah, percayalah, tindakan yang tidak merugikan diri sendiri--di rumah bisa berkumpul dengan keluarga, dan mengerjakan pelbagai tugas--maka kita juga telah membantu aparat berwajib yang bertugas mengendalikan ketertiban warga selama masa pandemi global COVID-19.
Dikutip dari kantor berita Antara, Polres Bogor menyatakan bahwa aktivitas warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat di jalan raya mulai menurun. Kondisi ini tercapai, setelah tiga hari berturut-turut aparat melakukan patroli berisi imbauan agar masyarakat tetap berada di rumah selama pandemi COVID-19.
"Kegiatan ini sudah kami lakukan selama tiga hari, dan sudah memperlihatkan hasil adanya pengurangan aktivitas warga di luar rumah," papar Kompol Agoeng Ramadhani, Kabag Ops Polres Bogor saat dihubungi, Rabu (25/3/2020).
Menurutnya, Polres Bogor kini tengah melakukan upaya masif menyuarakan imbauan masyarakat tetap di rumah demi mencegah penularan COVID-19, kecuali sedang berada dalam keadaan mendesak.
"Kegiatan imbauan ini diinisiasi oleh Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy atas perintah Kapolri sebagaimana maklumat yang telah disebarluaskan oleh para anggota kami di seluruh polsek jajaran," jelas Kompol Agoeng Ramadhani.
Adapun cara para personel Kepolisian di wilayahnya melaksanakan imbauan, Kompol Agoeng Ramadhani menjelaskan sebagai berikut. Menggunakan sarana mobil patroli, personelnya menyatakan imbauan dibantu pengeras suara. Cara ini diterapkan oleh para petugas dari Sabhara Polres Bogor, di sepanjang Jalan Tegar Beriman hingga Jalan Layang Cibinong pada Rabu siang.
"Pemuda-pemuda yang nongkrong, kumpul-kumpul kami imbau semuanya untuk diam di rumah. Jika yang bersangkutan menolak dan tetap nongkrong-nongkrong dan kumpul-kumpul, kami akan tindak," tandasnya.
Harapan Kompol Agoeng Ramadhani, upaya sosialisasi tinggal di rumah dan physical distancing ini bisa membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap bahaya COVID-19. Sehingga bisa membantu pemerintah dalam menekan angka penyebaran si virus.
Baca Juga: Umumkan Lockdown, Perdana Menteri India Ibaratkan Epik Ramayana
Dan perlu diketahui, tinggal di rumah adalah tinggal bersama keluarga, bukan mengumpulkan teman atau kawan untuk menghabiskan waktu bersama-sama di sebuah tempat. Pasalnya, virus bisa ikut serta nebeng, dari satu kelompok hingga kepada kelompok lainnya dan akhirnya menginfeksi orang-orang dalam skala lebih luas lagi.
Catatan dari Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal Virus Corona COVID-19, silakan hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Ganti Depan atau Belakang Dulu Kawan? Cek Aturan Ban agar Aman Saat Lebaran
-
Spesifikasi Mewah Range Rover Autobiography, Calon Mobil Dinas Gubernur Kaltim
-
Tangguh di Area Tambang dan Kebun Sawit, 8,5 M Dapat Mitsubishi Triton Double Cabin Berapa Unit?
-
Mobil Belum Diterima Konsumen, Jaecoo Berpacu Produksi J5 EV
-
GAIKINDO Pastikan Industri Otomotif Lokal Sanggup Penuhi Seluruh Kebutuhan Mobil Pick Up Nasional
-
9 Rekomendasi Mobil untuk Campervan yang Nyaman dan Mudah Dimodifikasi
-
Bingung Pilih Toyota Avanza atau Rush Biar Tabungan Tak Terkuras? Ini Dia yang Paling Menguntungkan
-
Berapa Daya Angkut Pick Up Mahindra Scorpio? Akan Dipakai Agrinas, Unggul dari Suzuki Carry
-
5 Rekomendasi Motor Bekas Rp5 jutaan yang Bisa Dibeli usai THR Cair
-
Apa Saja Mobil Keluarga dengan Pintu Geser? Ini 7 Opsinya, Harga Mulai Rp100 Jutaan