Suara.com - Toyota Motor Corporation memastikan akan memperkenalkan varian terbaru Toyota Harrier pada Juni 2020 mendatang di Jepang. Tampang SUV tersebut sudah secara resmi dipamerkan Toyota pada pekan ini.
Dalam siaran pers pada Senin (13/4/2020), Toyota mengatakan bahwa Harrier anyar akan mengokohkan diri sebagai SUV urban yang menawarkan pengalaman berkendara ala coupe berbekal desain ekterior yang elegan serta interior yang aman nan nyaman.
"Menghabiskan bersama Toyota Harrier baru ini akan menjadi pengalaman yang lebih kaya," tulis Toyota.
Dari sisi eksterior, Toyota Harrier diklaim tampil lebih tajam dengan garis tanpa putus dari grill hingga lampu depan. Menggabungkan kabin ala coupe dan rumah ban mirip mobil sport, disebut membuat Harrier lebih garang.
Sementara di interior, kesan elegan muncul dari kombinasi penggunaan bahan kulit sintetis dan panel instrumen modern. Penyematan panorama roof, yang baru pertama kali digunakan oleh Toyota, membuat kabin lebih nyaman.
Platform yang digunakan pada Toyota Harrier baru ini adalah Toyota New Global Architecture (TNGA), yang di Indonesia misalnya bisa ditemukan pada Toyota C-HR.
TNGA diklaim sebagai platform yang memiliki sejumlah keunggulan antara lain bobot yang lebih seimbang dan pusat gravitasi lebih rendah, kenyamanan posisi kemudi ang lebih ideal, dan lebih aman.
Di dapur pacu, Toyota Harrier menggunakan mesin bensin empat silinder Dynamic Force 2.0 liter yang mempu menghempaskan tenaga sebesar 169 hp dan torsi 207 Nm. Unit ini dikawinkan dengan Direct Shift-CVT ke penggerak roda depan atau semua roda.
Toyota Harrier juga tersedia dalam versi hibrida yang dipacu mesin berkapasitas 2,5 liter dengan motor listrik 88 kW.
Baca Juga: Toyota Alphard Jadi Panjang ala Limousine, Lihat Kabin Langsung Merinding
Belum diketahui berapa harga Toyota Harrier saat diluncurkan pada Juni mendatang. Juga belum diketahui apakah ia akan diboyong ke Indonesia atau tidak.
Berita Terkait
-
Mending Mana Dibanding Fortuner? Segini Harga Seken dan Konsumsi BBM Toyota Harrier
-
8 Rekomendasi Mobil Bekas Murah Mei 2025: Harga Rp100-150 Juta tapi Mewah bin Elegan, Intip Pajaknya
-
Menguak Isi Garasi Menteri Bahlil yang Bikin Kisruh soal Gas LPG, Harganya Tak Masuk Akal
-
Intip Garasi Menteri Bahlil yang Wacanakan Ojol Tak Bisa Isi BBM Subsidi
-
Apa Benar Koleksi Mobil Bahlil Lahadalia Total Kurang dari Rp 100 Juta? Terungkap Fakta Sebenarnya
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Perbandingan Motor Listrik Yamaha EC-06 dan Yamaha E01 untuk Harian
-
Terpopuler: Motor Bekas Adventure, Motor Listrik Baru Yamaha Harga Mirip Aerox
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
3 Jenis Mobil Bekas yang Perlu Dihindari Meski Harganya Murah, Bukannya Untung Malah Rugi
-
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif