Suara.com - Pada Selasa (19/5/2020), sebuah brosur digital berisi tawaran mudik dari Bigbird--bagian perusahaan PT Blue Bird yang memiliki layanan taksi Bluebird--diunggah netizen di media sosial Twitter dengan keprihatinan. Pasalnya, warga Indonesia tengah berada dalam kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pariwara ini tidak selaras dengan imbauan dilarang mudik demi memutus rantai pandemi Novel Coronavirus atau Covid-19.
Dari penawarannya tertulis "Mudik Sehat PSBB 2020". Tanpa mengabaikan protokol kesehatan PSBB, untuk kendaraan berkapasitas 54 kursi akan disediakan bagi 27 penumpang. Adapun harga tiket, untuk rute Tangerang - Jakarta - Semarang - Yogyakarta dipatok Rp650 ribu. Sedangkan rute Tangerang - Jakarta - Surabaya dipatok Rp850 ribu.
Direktur Marketing PT Blue Bird Tbk, Amelia Nasution telah memberikan pernyataan bahwa perusahaannya mendukung kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran Novel Coronavirus atau Covid-19.
"PT Blue Bird Tbk dengan ini menginformasikan bahwa kami mendukung kebijakan pemerintah dalam melarang implementasi mudik sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mencegah penyebaran Covid-19," demikian papar Amelia Nasution lewat keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2020).
Selanjutnya, di hari yang sama (19/5/2020), Polda Metro Jaya menggelar pertemuan dengan manajemen Blue Bird dan Big Bird untuk mengklarifikasi informasi "Mudik Sehat PSBB 2020" itu.
"Hasil audiensinya menyebutkan pihak Blue Bird atau Big Bird menyatakan bahwa penyebaran informasi program "Mudik Sehat PSBB 2020" itu tanpa sepengetahuan direksi dan pimpinan Blue Bird atau Big Bird," papar Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, saat dikonfirmasi, sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara, Selasa (19/5/2020).
Dalam pertemuan itu, pihak Blue Bird menyampaikan sangat memahami aturan PSBB dan mematuhi aturan larangan mudik dari pemerintah sehingga tidak ada rencana untuk membuat program mudik seperti yang tertera dalam brosur digital dan diunggah warganet.
"Pihak Blue Bird dan Big Bird menyatakan memahami dan akan menjalankan ketentuan terkait PSBB dan pelarangan mudik sehingga tidak ada rencana menjalankan program "Mudik Sehat PSBB 2020" itu," ungkap Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus.
Pihak Blue Bird menduga ada karyawannya yang memasang gambar itu di akun WhatsApp-nya, namun belum mengetahui identitas bersangkutan.
Baca Juga: Koreksi Wajar Bakal Hantui Pergerakan IHSG Hari Ini
"Penyebaran informasi itu diduga berasal dari karyawan yang memposting design flyer "Mudik Sehat PSBB 2020" pada profil picture WhatsAppnya dan akhirnya menyebar," demikian disebutkan Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus.
"Pihak Blue Bird akan melakukan audit internal untuk menelusuri pihak-pihak internal mereka yang menyebarkan informasi itu dan akan melaporkan hasil audit internal ke pihak Ditlantas PMJ," lanjutnya.
Langkah berikutnya, pihak manajemen Blue Bird dan Big Bird segera menyampaikan klarifikasi melalui media massa dan media sosial untuk meluruskan kabar ini, demi mencegah kebingungan di tengah masyarakat.
"Atas saran perwakilan Ditlantas Polda Metro Jaya, pihak Blue Bird dan Big Bird akan melakukan klarifikasi melalui media massa dan media sosial," pungkasnya.
Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan tetap tinggal di rumah kecuali untuk keperluan mendesak seperti berbelanja atau berobat. Selalu gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama cuci tangan rutin. Dengan pengertian saling bantu dan saling dukung, kita bisa mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCOVID-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
-
Strategi Mobil Hybrid Dongkrak Penjualan Suzuki Meski Carry Tetap Dominan
-
Mitsubishi Disinyalir Siapkan SUV Baru, Muka Mirip XForce dan Destinator
-
Terpopuler: Mobil Turbo 1000cc, Ekspor Toyota Lumpuh, Skutik Baru Honda & Yamaha
-
3 Mobil Bekas 1000cc Turbo: Pilih Raize-Rocky atau Nissan Magnite? Simak Perbandingan Jujur Pakar
-
Susul BYD, Chery Siap Ramaikan Bursa Mobil Jepang
-
Suzuki Jimny Versi Mini Meluncur, Harga Cuma Rp200 Jutaan
-
Muncul Ancaman 'Submarining', Fitur Kursi Mewah pada Mobil Listrik Bersiap Diharamkan?
-
Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
-
Sinyal Kuat Suzuki Rilis Jimny 'Upgrade Nyata' dengan Iming-iming Harga Tetap