Suara.com - Elon Musk tampil dalam sebuah podcast dan mengungkapkan betapa etos kerja China adalah jempolan. Perusahaannya melayani banyak permintaan di Negeri Tirai Bambu, sementara posisi perusahaan yang dipimpinnya di bursa saham sukses menandingi Toyota, Honda, dan Volkswagen.
Berbicara dalam sebuah podcast bersama Daily News Automotive News, Elon Musk menyatakan bahwa jaringan dealer konvensional saat ini semakin ditinggalkan konsumen. Mereka lebih gemar berbelanja lewat layanan online, cenderung tidak ingin pergi ke dealer, dan kalaupun melakukan test drive akan melangsungkan transaksi di lobi dealer.
Dalam wawancara itu, lelaki kelahiran Afrika Selatan serta memiliki perusahaan wahana luar angkasa itu juga memuji etos kerja China. Bahkan dirinya mengkritik sikap kerja di negaranya, Amerika Serikat.
"Ada banyak orang pintar, dan pekerja keras di China Mereka tidak cepat berpuas diri, sedangkan saya melihat di Amerika Serikat semakin banyak orang cepat merasa puas diri," ucapnya.
Pernyataan Elon Musk tentunya bukan tanpa alasan, pasalnya Tesla baru saja membangun pabrik di Shanghai, China. Selain itu, permintaan Tesla Model 3 juga mengalami peningkatan tajam di Negeri Tirai Bambu.
Tesla Gigafactory di Shanghai baru-baru ini juga telah meluncurkan perekrutan besar-besaran karena meningkatkan produksi dan bersiap menghadirkan kendaraan sport Tesla Model Y.
Dan tak kalah mempesona, nilai saham Tesla mengalami lonjakan lebih dari 240 persen sejak awal tahun dan menjadikannya sebagai perusahaan mobil paling mahal di dunia. Mampu mengungguli Volkswagen, Toyota, dan Honda.
Dalam cuitannya 1 Mei lalu, Musk mengatakan harga saham Tesla terlalu tinggi, saat itu diperdagangkan sekitar 700 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp10,2 juta. Menjelang akhir pekan ini, nilai saham Tesla mencapai 1.454 dolar AS atau Rp21,3 juta.
Baca Juga: Tesla Ungguli Tiga Carmaker Raksasa, Elon Musk Jadi Orang Terkaya
Berita Terkait
-
Ironi Rupiah Rp18.000: Turis Malaysia Borong Barang, Warga Lokal Menjerit
-
4 Alasan Kuat Menunggu Vario 160 Teranyar 2026, Bedah Spesifikasi Mesin eSP+ dan Prediksi Desainnya
-
IHSG Terkoreksi 0,28% Setelah Investor Lanjutkan Ambil Cuan, BBCA Masih Naik
-
Belajar dari Kasus Recall Honda: Bagaimana Karat Subframe Menghancurkan Geometri Kaki-kaki Mobil?
-
Musuh Tak Terlihat di Sirkuit Estoril: Cara Pebalap Indonesia Kiandra Taklukkan Angin Ekstrem Moto3
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Spesifikasi, Harga, dan Pilihan Warna Suzuki S-Presso Girl Edition: Mobil Kompak untuk Wanita Karier
-
4 Alasan Kuat Menunggu Vario 160 Teranyar 2026, Bedah Spesifikasi Mesin eSP+ dan Prediksi Desainnya
-
Musuh Tak Terlihat di Sirkuit Estoril: Cara Pebalap Indonesia Kiandra Taklukkan Angin Ekstrem Moto3
-
Belajar dari Kasus Recall Honda: Bagaimana Karat Subframe Menghancurkan Geometri Kaki-kaki Mobil?
-
5 Pilihan Mobil Hybrid Favorit di Indonesia di Kala Harga Pertamax Meroket, Kenali Jenis Penyakitnya
-
Mitsubishi Eclipse Bangkit dari Kubur, Kini Bawa 'Jantung' Elektrik
-
Nissan Leaf Bekas Harganya Tinggal Segini, Mending Mana dari Mobil Listrik Murah China?
-
TAFS Bungkam saat OJK Soroti Dugaan Kekerasan Matel Hingga Ancam Sanksi Administratif
-
Siasati Kenaikan Pertamax, 5 Motor Tangguh yang Iritnya Di Luar Nalar Manusia untuk Harian
-
Pebalap Muda Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa Kejar Kemenangan di Moto3 Portugal