Suara.com - Oli atau pelumas memiliki peran penting bagi kendaraan bermotor agar lebih smooth dalam teknis operasionalnya. Tanpa produk pendukung ini, resistensi dan durabilitas mesinnya bisa berkurang. Bahkan bisa terjadi kerusakan karena komponen lebih mudah aus. Namun perlu diperhatikan pula peruntukan si pelumas. Semisal pakai oli diesel untuk mesin bensin.
Nah, antara mitos dan ilmu soal pelumas alias si oli ini terkadang membuat pemilik kendaraan kendor kejelian dalam memilih produk yang tepat. Yaitu mengacu pada kategori: khusus mesin bensin, khusus mesin diesel, dan oli tipe universal yang bisa mengakomodasi mesin bensin maupun diesel.
Lalu bagaimana bila oli mesin yang digunakan tertukar, seperti oli mesin khusus mesin diesel digunakan untuk mesin bensin?
Dari halaman resmi Deltalube, salah peruntukan oli mesin akan berbahaya.
Penjabarannya, dari pelumasan oli tidak sesuai peruntukan tadi akan menghasilkan kerak lebih tinggi, dan tertinggal di mesin. Akibatnya mesin mobil tidak bisa bekerja dengan maksimal dan cepat rusak.
Detailnya adalah sebagai berikut:
- Kerak mampu menahan proses pelepasan panas piston mesin. Kerak juga menghalangi pelumas melakukan proses pendinginan pada piston. Akibat terburuknya, piston memuai, sehingga bisa menyebabkan mesin berhenti bekerja.
- Mobil dengan mesin bensin memiliki karakter mesin mobil dengan putaran tinggi. Jika memakai pelumas diesel yang karakternya untuk putaran rendah, start-up terasa berat dan tidak bertenaga, apalagi jika digunakan di mobil non-matik akan berpotensi selip kopling. Kondisi ini berhubungan dengan viskositas oli mesin diesel yang cenderung kental.
- Efeknya hambatan mesin lebih berat sehingga konsumsi bensin boros dan emisi gas buang juga tinggi.
- Selain itu, menggunakan oli diesel pada kendaraan yang dirancang untuk oli mesin bensin dikhawatirkan akan timbul gel dan menimbulkan keausan dalam jangka panjang karena Kandungan TBN di diesel 10-12, dengan ikatan kimia umumnya Ca (calsium) atau Mg (magnesium). Kandungan kalsium untuk pelumas diesel 3.500–4.000 ppm, sedangkan pelumas mobil 1.500–2.000 ppm.
- Apabila oli diesel digunakan di mobil terus-menerus (lebih dari 1.000 kKm), maka kelebihan logam Ca/Mg akan mengendap akibat oksidasi menjadi CaSO4/MgSO4. Endapan ini akan bersirkulasi dengan oli mesin dan akan menempel di filter oli atau masuk ke celah-celah komponen, dan lambat laun akan membentuk gel. Jika dibiarkan maka akan terbentuk boundary lubricant dan mengakibatkan keausan.
Sedangkan penggunaan oli mesin bensin untuk mesin diesel juga menghadirkan kendala. Kandungan sulfur pada bahan bakar solar lebih tinggi, sehingga efeknya bisa terjadi diterjensi.
Agar bisa mencegah kesalahan pemakaian oli, jalan tengahnya bisa menggunakan oli mesin universal yang berfungsi di kedua mesin.
Baca Juga: Mobil Lubricants Luncurkan Pelumas Baru untuk Perjalanan Jauh
Berita Terkait
-
Genset Diesel vs Bensin: Mana yang Lebih Efisien untuk Rumah Tangga saat Mati Listrik?
-
Ekspor Mobil Buatan Indonesia Tancap Gas, Naik 31,4 Persen
-
Apa Itu BBM B50? Bahan Bakar Baru yang akan Diperkenalkan 1 Juli 2026
-
Keunggulan Mitsubishi Kuda Dibanding Kijang dan Panther: Intip Harganya di 2026
-
BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank
-
Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini
-
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
-
Terpopuler: Beda eMotor Tyranno vs Tyranno X, Honda Vario 160 Anyar Meluncur Hari Ini?