Suara.com - Mendengar kata "MI" yang tersangkut di benak adalah Military Intelligent Service atau kerap disebut sebagai MI6 dan IM5, yaitu dinas intelijen Britania Raya sektor internasional serta lokal. Namun "MI" satu ini, yang dipopulerkan oleh Mitsubishi Motors Corporation (MMC) memiliki arti berbeda. Dikenal sebagai MI-Playgound Dan esok akan bersiap menyambut tamu, tentunya dengan protokol kesehatan.
Dikutip kantor berita Antara dari laman Mitsubishi Motors, MI dalam khazanah carmaker ini memiliki arti sebagai berikut: "M" yaitu Mitsubishi Motors, dan "I" adalah intelligent, inspiration, ingenious, dan interaction (cerdas, inspirasi, pandai dan interaksi). Ujudnya adalah sebuah gedung tempat mencoba, menyimak, sampai berinteraksi dengan berbagai produk Mitsubishi.
MMC menyatakan bahwa gedung showroom headquarter baru "MI-Playground" di dekat kantor pusat Tamachi, Tokyo ini siap dibuka Selasa (1/9/2020) esok hari.
""MI-Playground" menandakan dedikasi perusahaan untuk memperkaya pengalaman pelanggan yang terasa personal, penuh petualangan dan progresif," demikian disampaikan dalam laman resmi.
Ruang pamer dan gerai penjualan berskala global terbaru itu menyajikan area interaksi dan inspirasi dalam balutan identitas merek, budaya dan teknologi Mitsubishi. Serta dirancang mampu memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung ketika menguji model produk perusahaan berlogo berlian itu.
Dengan adanya MI-Playground, konsumen diharapkan mampu merasa lebih dekat dengan brand, berkat desain bersih, dan modern dengan warna korporasi, yaitu putih dan hitam, serta aksen kayu untuk memberikan rasa hangat dan keakraban.
Model-model Mitsubishi terbaru bakal tampil di area showroom lantai dasar. Display mobil konsep dan bengkel direncanakan akan hadir di masa mendatang.
Dan paling asyik, untuk mencapai lokasi ini pengunjung tak perlu pusing karena kesulitan transportasi. Cukup naik komuter dan melangkah dari pintu keluar Stasiun JR Tamachi Shibaura, sudah terhubung ke lantai dua gedung MI-Playground.
Baca Juga: Mitsubishi Outlander PHEV: Ramah Lingkungan, Bisa Menjadi Genset
Berita Terkait
-
Nusron Wahid Buka-bukaan: Satu Bidang Tanah di Jakarta Bisa Punya 7 Girik
-
Mengapa Hantu di Indonesia Berbeda dengan di Luar Negeri? Ini Penyebabnya
-
Berbeda Itu Menyenangkan! Serunya Panen Karya P5 di SMA Negeri 1 Purwakarta
-
Perkuat Komitmen Layanan untuk Peserta Asuransi, AdMedika dan RS MMC Resmikan VIP Executive Lounge
-
Mengapa Muhammadiyah dan NU Bisa Berbeda dalam Menentukan Idul Fitri?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Perbandingan Motor Listrik Yamaha EC-06 dan Yamaha E01 untuk Harian
-
Terpopuler: Motor Bekas Adventure, Motor Listrik Baru Yamaha Harga Mirip Aerox
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
3 Jenis Mobil Bekas yang Perlu Dihindari Meski Harganya Murah, Bukannya Untung Malah Rugi
-
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif