Suara.com - Volkswagen (VW) akan membayar kompensasi kepada para korban penganiayaan di pabriknya di Brasil selama masa diktator militer 1964-1985. VW setuju membayar ganti rugi dan sumbangan senilai 6,5 juta dolar AS (Rp 97 miliar).
Perusahaan otomotif Jerman, Volkswagen (VW) mengatakan pihaknya telah menandatangani kesepakatan dengan kejaksaan Brasil di Sao Paulo hari Rabu (23/9), yang mencakup pembayaran dana kompensasi 16,8 juta real Brasil, atau senilai Rp 97 miliar.
Dana kompensasi itu akan dibayarkan kepada asosiasi mantan karyawan VW dari era diktator militer dan keluarga mereka yang masih hidup.
Sisa dana kemudian akan akan disumbangkan untuk proyek-proyek terkait hak asasi manusia.
Sebuah komisi yang ditunjuk pemerintah Brasil telah menyelidiki pelanggaran hak asasi selama kediktatoran militer dan menemukan bukti bahwa perusahaan-perusahaan, termasuk Volkswagen, diam-diam membantu militer mengidentifikasi para "tersangka subversif" dan aktivis serikat pekerja di pabrik-pabrik mereka.
Banyak pekerja kemudian dipecat, ditahan atau dianiaya, dan mereka tidak dapat menemukan pekerjaan baru selama bertahun-tahun setelahnya.
Volkswagen minta maaf kepada para korban diktator militer
Jaksa penuntut Brasil mengatakan dalam sebuah pernyataan, kesepakatan dengan VW itu merupakan kelanjutan dari tiga penyelidikan yang diluncurkan sejak 2015.
VW merilis pernyataan maaf kepada para korban dan keluarganya.
Baca Juga: New Rolls-Royce Ghost Extended, Kabin Belakang Leluasa Lagi Sempurna
"Kami menyesali pelanggaran yang terjadi di masa lalu. Bagi Volkswagen, penting untuk menangani bab negatif dalam sejarah Brasil ini secara bertanggung jawab, dan mempromosikan transparansi," kata Direktur Eksekutif VW Hiltrud Werner dalam sebuah pernyataan yang dirilis dalam bahasa Portugis.
Sejarawan Christopher Kopper dari Universitas Bielefeld, yang ditugaskan oleh VW untuk turut menyelidiki kasus tersebut, mengatakan bahwa penyelesaian yang dicapai adalah kesepakatan bersejarah.
Ratusan orang dibunuh, ribuan jadi korban penyiksaan
"Ini akan menjadi pertama kalinya sebuah perusahaan Jerman menerima tanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia terhadap pekerjanya sendiri, atas peristiwa yang terjadi setelah berakhirnya pemerintahan sosialisme," kata Christopher Kopper kepada media Jerman.
Volkswagen mengatakan dalam pernyataannya, penyelidikan Christopher Kopper menemukan kerja sama antara penjaga keamanan VW di Brasil dan rezim militer, sekalipun tidak ada bukti bahwa kerja sama itu adalah sesuatu yang dilembagakan di perusahaan.
Menurut Komisi Kebenaran Nasional Brasil, yang dibentuk untuk menyelidiki kejahatan era kediktatoran militer, rezim itu bertanggung jawab atas pembunuhan atau penghilangan setidaknya 434 orang.
Tag
Berita Terkait
-
Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan
-
Sukarela yang Terasa Wajib: Biaya Tak Tertulis di Balik Sekolah Gratis
-
Gratis Itu Relatif, Setidaknya Itu yang Saya Pelajari dari Sekolah Negeri
-
Terusir dari Rumah Sendiri, Kisah Suku Yanomami yang Tinggal di Paris Hutan Amazon
-
Balas Dendam Masalah Geng, Polisi Ciduk Dua Pelaku Penganiayaan Pelajar Berujung Tewas di Bantul
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
Terkini
-
Mitsubishi New Pajero Sport Tawarkan Standar Baru SUV Mewah untuk Segala Medan
-
Tanpa Rangka eSAF, Skutik Baru Honda Ini Pakai Dek Rata Rasa PCX Mewah
-
BYD M6 PHEV Tertangkap Kamera di Jakarta Menjadi Sinyal Ancaman Baru Segmen MPV
-
Adu Murah Tarif Taksi Blue Bird vs Green SM, Mana yang Jadi Pemenangnya?
-
Hyundai STARGAZER Tembus Tiga Besar Pasar MPV Keluarga Indonesia
-
Gaji Sopir Taksi Green SM vs BlueBird, Siapa yang Paling Cuan?
-
Ambisi Chery Contek Formula Toyota dan Tesla Demi Kuasai Pasar Global
-
Tak Hanya Hemat Bensin, Ini 5 Rekomendasi Mobil LCGC yang Kuat Nanjak
-
Taksi Listrik VinFast VF e34 Mogok di Rel Berujung Petaka, Ke Mana Fitur Canggihnya?
-
Cuma Rp50 Jutaan! 5 Mobil Bekas Irit dan Bandel, Pas Buat Keluarga Baru