Suara.com - Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap seluruh lapisan masyarakat tak terkecuali industri otomotif. Bahkan, untuk kembali menggairahkan penjualan produk otomotif Tanah Air, pemerintah berencana memberikan pajak 0 persen untuk mobil baru.
Namun, Pengamat Otomotif Nasional, Yannes Martinus Pasaribu menilai, jika harga kendaraan baru diturunkan, penjualan belum tentu akan meningkat drastis.
Menurut Yannes, bila dilihat dari sektor ekonomi hampir seluruh lapisan masyarakat mengalami tekanan yang luar biasa. Bagi kebanyakan anggota masyarakat, situasi ekonomi yang menjurus ke arah resesi ini cenderung akan membuat mereka menunda membeli aneka kebutuhan tersiernya.
"Mereka (masyarakat) akan lebih mengamankan keuangannya untuk menjamin berlangsungnya seluruh kebutuhan primer, seperti kebutuhan pangan, biaya sekolah, dan pulsa. Kendaraan bermotor sendiri termasuk kategori kebutuhan tersier," ucap Yannes.
Sementara itu, berdasarkan hasil survei kecil-kecilan yang dilakukan perusahaan analis pemasaran Markplus, masyarakat Indonesia akan menunda membeli mobil baru hingga triwulan kedua 2021,
"Sebanyak 87 persen menunda pembelian karena mempersiapkan dana untuk keperluan darurat dan 31 persen responden pendapatannya terdampak pandemi," ujar James Djoni, Senior Business Analyst MarkPlus.
James lebih lanjut menjelaskan bahwa hampir 70 persen masih tetap rutin mencari informasi perihal otomotif melalui teman dan internet.
Survei yang digelar Markplus itu melibatkan 68 responden, yang sebagian besar berdomisili di Jabodetabek. Mereka sudah memiliki kendaraan bermotor sebelumnya.
Dari responden itu, 44 persen mengaku menunda pembelian hingga kuartal dua tahun depan, 29 persen pada kuartal satu 2021 dan 19 persen berencana membeli kendaraan pada kuartal empat tahun ini. Mayoritas responden menunda pembelian di antaranya karena faktor keuangan.
Baca Juga: Pajak Mobil Baru Dihapus, Harga Mobil Bekas Akan Anjlok
Berita Terkait
-
Harga Mobil Baru di Bawah Rp 100 Juta Jika Pemangkasan Pajak Diterapkan
-
Pedagang Mobil Bekas Tolak Usulan Relaksasi Pajak Nol Persen
-
Rencana Keringanan Pajak Mobil, Ini Tanggapan Asosiasi Sepeda Motor
-
Survei : Orang Indonesia Tunda Beli Mobil Baru Hingga Kuartal 2 Tahun 2021
-
Korsel Bikin Regulasi untuk Atur Bau Mobil Baru
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Sony dan Honda Pamer SUV Listrik Afeela di CES 2026: Desain Sporty, Bisa Main PS5
-
Penjualan Sepeda Motor di Luar Pulau Jawa Jadi Penyelamat Industri Otomotif Nasional
-
5 Motor Yamaha Paling Irit BBM, Cocok untuk Harian dan Dompet Aman
-
Korupsi Haji Bersama Gus Yaqut, Isi Garasi Gus Alex Cuma Ada Mobil MPV Murah dan Motor Sejuta Umat
-
Jadi Tersangka Korupsi Haji, Harta Yaqut Cholil Meroket Setara McLaren usai Menjabat
-
5 Motor Matic Termurah 2026 yang Irit BBM dan Cocok untuk Harian
-
5 Mobil Bekas dengan Cicilan Ringan Buat Karyawan Gaji UMR
-
Rayakan Perjalanan 25 Tahun di Industri Otomotif, Kia Tak Kunjung Miliki Pabrik di Indonesia
-
BYD Luncurkan Merek Linghui Khusus untuk Taksi Online
-
Gran Max dan Sigra Pimpin Penjualan Daihatsu dan Amankan Posisi Pangsa Pasar Nasional