Suara.com - Dalam keseharian beraktivitas mengemudi, ada kesempatan tertentu di mana pengemudi mesti mengeksekusi putar balik. Seperti mendatangi lokasi di seberang jalan dengan arus berlawanan, hingga mengambil arah kebalikan untuk melanjutkan perjalanan.
Termasuk dalam teknik mengemudi dan menguasai mobil, kecakapan putar balik juga wajib dimiliki seorang driver. Utamanya bagi pemula yang terkadang mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan putar balik kendaraan.
Dengan teknik yang benar, aktivitas putar balik bisa berjalan lancar, sekaligus aman bagi diri sendiri maupun orang lain.
Lewat rilis sebagaimana diterima Suara.com, Daihatsu Indonesia berbagi tips melakukan putar balik secara benar seperti berikut ini. Hal terpenting yang pantang terlupa adalah konsentrasi lebih tinggi. Baik dalam memperhatikan kendaraan di sekitar, serta menguasai teknik putar balik itu sendiri.
Secara umum, ada dua teknik yang bisa dilakukan, yaitu three point turn dan u-turn, sesuai dengan kondisi yang ada saat berkendara.
Berikut ini adalah dua teknik melakukan putar balik dengan mobil:
Teknik Three Point Turn
- Teknik maju mundur merupakan cara putar balik mobil dengan cara melakukan tiga titik penghentian. Hal ini dikarenakan kegiatan putar balik tidak bisa dilakukan secara langsung dalam sekali eksekusi. Dalam kondisi demikian, cara putar balik yang benar adalah teknik three point turn.
- Untuk melakukannya, harus mengatur transmisi ke gigi pertama lalu memutar kemudi berkebalikan dengan posisi mobil. Misal mobil di sebelah kiri maka putar kemudi ke kanan, lalu injak pedal gas sambil memutar kemudi ke kanan.
- Setelahnya, kembali atur transmisi ke gigi mundur lalu menginjak pedal gas sambil membelokkan kemudi ke kiri. Lalu atur kembali transmisi ke gigi pertama, injak pedal gas, dan belokkan kemudi ke kanan.
- Bisa gunakan teknik hand-to-hand dalam memutar kemudi.
Teknik U-Turn
- Lebih mudah dilakukan dibandingkan three point turn karena dengan u-turn, bisa putar balik secara langsung.
- Teknik ini adalah cara putar balik mobil yang benar jika ingin ke jalur yang berlawanan arah daripada sebelumnya.
- Kemudikan mobil menyusur lebih dekat ke pembatas jalan lalu atur transmisi ke gigi pertama. Jangan terburu menginjak pedal gas, hentikan dulu pergerakan mesin dengan menginjak rem dan pedal kopling, baru jalankan ketika jalan memang sudah aman untuk dilintasi.
- Kemudian, lepaslah rem secara perlahan lalu belokkan kemudi dengan baik.
- Perhatikan juga kendaraan kecil seperti sepeda motor yang ada di sebelah kanan posisi kendaraan kita.
Di luar teknik putar balik mobil yang benar, berikut adalah aturan pendukung yang mesti dipenuhi saat melakukan kegiatan putar balik:
Baca Juga: Best 5 Oto: Wika Salim Dapat Kado Vespa, Kawasaki H2 SX Pakai Radar
- Harus memperhatikan sekeliling supaya berkendara tetap aman, terlebih di jalan yang ramai.
- Pastikan jalan putar balik yang akan dilewati memang diperbolehkan untuk putar balik.
- Nyalakan lampu sign untuk memberi tanda ke pengendara di belakang atau depan. Nyalakan lampu sign sesuai dengan arah ke mana akan berbelok.
- Perhatikan ruang dan sekeliling saat putar balik, apakah cukup atau tidak.
- Saat akan putar balik ke wilayah jalan yang berkebalikan dengan arah semula, pasti banyak pengendara lain yang juga bakal berbelok. Tetaplah tertib dan patuhi aturan lalu lintas, serta bersabar menunggu giliran untuk maju agar berkendara menjadi lebih aman, nyaman, dan menyenangkan bagi diri sendiri dan orang lain di sekitar kita.
Berita Terkait
-
Apa Bedanya Toyota Rush dan Daihatsu Terios? Simak Rinciannya Biar Nggak Salah Beli
-
Daihatsu Luxio vs Xenia Terbaru Mending Mana? Simak Konsumsi BBM, Pajak dan Harganya
-
4 MPV Bekas Muat Banyak Mulai Rp50 Jutaan, Solusi Cerdas Mudik Lebaran Tanpa Mikir Cicilan
-
Kisaran Harga Raize dan Rocky Bekas: Ini Penyakit Umum Mesin 1.0 Turbo yang Perlu Diketahui
-
Perbandingan Avanza Bekas vs Xenia Bekas, Mana yang Lebih Ideal untuk Mobil Keluarga?
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Setara Harga NMAX, Ini 5 Rekomendasi Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Irit BBM
-
Tanpa Turun dari Mobil, Ini Cara Cek Batas Aman Banjir Lewat Spion
-
6 Fakta Peluncuran Yamaha MotoGP 2026: Akhirnya Pakai V4 Demi Kejar Ducati!
-
Jadi Model Terlaris di China, Geely Pede Jual 1.000 Unit EX2 per Bulan di Indonesia
-
Honda Brio Vs Jazz, Mending Mana? Cek Perbandingan Spek dan Harga
-
4 Varian Yamaha Aerox Alpha 2026, Selisih Harga Tipe Turbo dan Biasa Tembus Rp10 Juta, Pilih Mana?
-
Cari Mobil Bekas untuk Usaha? Ini Alasan Suzuki Carry Lebih Disarankan Ketimbang Kijang dan Zebra
-
10 Varian Wuling Cortez dan Biaya Pajaknya di 2026, Ramah UMR?
-
5 Mobil Bekas dengan Fitur Keyless, Modal Rp100 Juta Dapat Keamanan Canggih
-
5 Rekomendasi Hatchback Lebih Irit dari Agya-Ayla, Cocok untuk Commuter Harian di Jakarta